Find and Follow Us

Selasa, 21 Januari 2020 | 15:39 WIB

Depok Dikepung Banjir, Turap di PTM V Jebol

Rabu, 1 Januari 2020 | 15:07 WIB
Depok Dikepung Banjir, Turap di PTM V Jebol
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Depok - Hujan deras yang mengguyurKota Depok sejak Selasa hingga Rabu (1/1/2020) siang, mengakibatkan sejumlah wilayah di daerah ini kebanjiran.

Di Perumahan Pondok Tirta Mandala (PTM) V turap Kali Jantung di RT 3/RW 26, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, jebol sehingga air tumpah ke jalan dengan ketinggian selutut orang dewasa.

Sejumlah wilayah yang terendam banjir di Kota Depok selain wilayah Cilodong, juga Kecamatan Cimanggis, Kecamatan Sukmajaya, Kecamatan Sawangan, dan Kecamatan Pancoran Mas. Ketinggian air beragam mulai 60 cm sampai 100 cm.

Banjir di Kecamatan Sawangan terjadi RT OO3/RW O4 Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan. Sekurangnya empat rumah terendam banjir setinggi atap rumah.

Selain itu, banjir juga memutuskan jalan penghubung dari wilayah Sawangan menuju arah Cipayung.

Menurut Iwan, 40, warga RT OO3 RW O4 Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, banjir di sana disebabkan longsornya tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Cipayung, ke Kali Pesanggarahan. Buntut dari longsornya sampah tersebut membuat aliran kali tersumbat sehingga nyaris menenggelamkan rumah.

"Air mulai naik pukul 17.00 WIB Selasa (31/12) dan sekarang sudah hampir seatap rumah. Selain itu memutuskan jalan penghubung sehingga akses warga terputus," ucap Iwan.

Dia berharap pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Depok atau Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok bertanggung jawab kepada warga yang terdampak. Terlebih aroma tidak sedap tercium dan dapat menimbulkan penyakit.

"Penyebabnya sampah dari TPA Cipayung longsor Kali Pesanggarahan terbendung jadinya banjir, saya harap ada yang bertanggung jawab," pungkasnya.

Hujan deras juga menerjangKompleks Marinir Graha Pancoran Mas, Kelurahan Rangkapanjaya, terendam banjir setinggi 100 cm.

Joko, 33, warga setempat mengatakan air mulai memasuki kompleks sejak dini haridan saat ini sudah mencapai ketinggian lebih kurang 100 cm.

"Hujannya tidak berhenti-berhenti dari Selasa (31/12) sore sudah setinggi dada orang dewasa," ucapnya Rabu (1/1).

Menurut Joko, sebagian warga sudah mulai meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi ke tempat yang aman. Namun sejumlah warga masih ada yang terjebak di dalam sehingga membutuhkan perahu karet.

"Kami butuh perahu karet ada warga yang masih di rumah, mereka butuh perahu untuk keluar dari dalam rumah," tuturnya.

Banjir juga menerjang wilayah Kecamatan Sukmajaya. Enam perumahan seperi Perumahan Bukit Cengkeh I, II, Pondok Duta I, II, Mutiara Duta, Pelni, dan Perumahan Taman Duta kebanjiran, ketunggian air. Banjir terjadi akibat meluapnya Kali Laya.

Banjir yang terjadi di Perumahan Pondok Tirta Mandala Tahap V biasanya cepat surut bersamaan dengan berhentinya hujan. Namun, hujan deras di awal tahun baru 2020 ini banjir yang meluap ke jalan hingga sekitar pukul 15.00 WIB belum juga surut. Ini disebabkan turap Kali Jantung di RT 03/RW 26 jebol. Sehingga air meluap ke jalan. Air masuk ke pemukiman warga berasal dari rembesan di lantai. Meski gitu, banjir di Pondok Tirta Mandala ini menjadi ajang sarana bermain bagi anak-anak.

Warga RW 26 Haji Hidayat berharap pihak Pemkot Depok segera memperbaiki turap Kali Jantung di lingkungannya yang jebol tersebut. "Sebab bila tidak cepat diperbaiki selain mengganggu aktivitas warga juga akan merusak jalan," harapnya.

Kepala bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok Denni Setiawan pihaknya telah mengerahkan satgas banjir ke titik-titikbanjir untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir. "Satgas sudah di lokasi banjir untuk mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman," jelasnya. [yha]

Komentar

x