Find and Follow Us

Rabu, 29 Januari 2020 | 08:05 WIB

75 Guru Paud Jaktim Ikuti Edukasi Gizi & Pola Asuh

Oleh : Willie Nafie | Kamis, 12 Desember 2019 | 12:16 WIB
75 Guru Paud Jaktim Ikuti Edukasi Gizi & Pola Asuh
(Istimewa)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Dalam upaya mencegah berbagai tantangan kesehatan anak di masa depan, sebanyak 75 guru pendidikan anak usia dini (PAUD) di 10 Kecamatan di wilayah Jakarta Timur mengikuti edukasi pemenuhan gizi dan pola asuh anak.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Kampanye Edukasi Isi Piringku 4-6 Tahun kepada guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), ibu PKK, hingga orang tua terkait anjuran gizi seimbang, hidrasi sehat, cuci tangan pakai sabun (CTPS), anjuran aktivitas fisik, keamanan pangan, hingga pemantauan tumbuh kembang untuk anak usia 4-6 tahun yang digelar Danone Indonesia bersama mitra program Yasmina Foundation.

"Dalam hal ini, peran orang tua dan tenaga pengajar di lembaga pendidikan sangat penting untuk memulai edukasi tentang pentingnya pemenuhan nutrisi, terutama di lingkungan belajar seperti sekolah," kata Health and Nutrition Sustainable Development Manager Danone Indonesia, Wailayati Ningsih, di Jakarta.

Saat ini, sekitar 17,7% balita di Indonesia masih mengalami gizi kurang dan gizi buruk, hingga 30,8% terindikasi stunting. Diluar itu, sekitar 55% balita mengalami kekurangan energi, dan lebih dari 80% anak usia 4-12 tahun kekurangan EPA+DHA. Di Jakarta Timur sendiri, tercatat ada sebanyak 4.857 balita sangat pendek dan 5.628 balita pendek di 10 kecamatan. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh kekurangan akses pangan bergizi, ketidaktahuan mengenai gizi, hingga kurangnya akses air bersih, sanitasi, dan perilaku hidup bersih sehat.

"Edukasi yang konsisten kepada anak-anak dalam institusi pendidikan dini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan hidup sehat yang dapat diteruskan hingga ia dewasa nanti," ujarnya.

Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur, Muchtar, menilai positif edukasi yang dilakukan Danone Indonesia. Menurutnya, hal itu untuk mendukung anak yang pintar, kreatif, cerdas dan berakhlak mulia, anak-anak harus mendapatkan pola asuh yang baik serta diberikan makanan-makanan yang memenuhi gizi seimbang.

"PAUD adalah salah satu sarana kegiatan belajar yang dapat diandalkan untuk memenuhi tujuan ini. Saya sangat mengapresiasi sosialisasi pola asuh dan Isi Piringku hari ini dan berharap dapat terus berlangsung dengan sasaran yang makin luas," katanya.

Sementara itu, ahli gizi anak, dr. Dian Kusumadewi mengatakan, konsumsi gizi seimbang sesuai dengan anjuran Isi Piringku bagi anak 4-6 tahun harus dilakukan untuk memastikan anak memiliki tumbuh kembang sesuai dengan usianya.

"Periode emas tumbuh kembang anak-anak ada dalam rentang 1000 Hari Pertama Kehidupan. Namun, kebiasaan konsumsi gizi yang baik perlu dipertahankan bahkan saat anak sudah menginjak usia 4-6 tahun," kata dr. Dian Kusumadewi.

Untuk memastikan hal tersebut, pola asuh yang baik perlu diterapkan sejak dini oleh orang dewasa yang sehari-harinya bertemu dengan anak. Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si. Praktisi Psikologi Klinis menjelaskan, orang tua memiliki peran yang besar dalam mendukung masa depan si Kecil, terutama pada masa tumbuh kembang anak.

"Hal ini karena pemenuhan nutrisi di awal kehidupan membutuhkan pola asuh yang baik dari orang tua. Dalam masa tumbuh kemabng, banyak hal yang perlu menjadi perhatian orang tua mulai dari fisik, kognitif, bahasa, emosi, hingga aspek sosial. Masing-masing aspek membutuhkan cara mengasah yang berbeda-beda, contohnya pada aspek fisik anak membutuhkan nutrisi, tidur cukup, dan aktif bergerak," katanya.

Kegiatan hari ini merupakan bagian dari program edukasi berkelanjutan dari Danone Indonesia yang baru-baru ini mendapatkan penghargaan CSR dari Kementerian Kesehatan Award 2019. Dari total 91 peserta, program Kampanye Edukasi Isi Piringku Anak 4-6 tahun menjadi pemenang dalam kategori Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Dimulai sejak tahun 2017, program ini menggunakan modul yang disusun bersama Institut Pertanian Bogor (IPB), berhasil mengedukasi 160 PAUD di 11 kabupaten/kota.

"Guru PAUD memiliki peran penting mendidik para calon penerus kemajuan bangsa, termasuk untuk meningkatan kesadaran pentingnya nutrisi sebagai elemen penting pada masa pertumbuhan dan perkembangan anak. Dengan bekal edukasi pola asuh dan pola makan Isi Piringku 4-6 tahun yang kami berikan hari ini, mari kita bersama-sama mengawal pemenuhan nutrisi anak-anak Indonesia untuk dapat bertumbuh dan berkembang dengan optimal dan menciptakan generasi yang sehat dan produktif di masa depan," kata Waila. [adc]

Komentar

x