Find and Follow Us

Selasa, 21 Januari 2020 | 15:36 WIB

Masyarakat Papua-Betawi Pererat Silaturahmi

Oleh : Willi Nafie | Minggu, 8 Desember 2019 | 22:07 WIB
Masyarakat Papua-Betawi Pererat Silaturahmi
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Dalam rangka mempererat tali persaudaraan, Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Papua (FKMPP) di Jakarta menggelar kegiatan dengan memadukan budaya Papua dan Betawi, di Mes Cendrawasih (Mes Papua), Jl. K.H. Mas Mansyur Jakarta Pusat.

Kegiatan yang berlangsung dari siang hingga sore hari ini diawali dengan ritual adat palang pintu oleh masyarakat Betawi sebagai bentuk penyambutan masyarakat Papua. Palang pintu merupakan penyambutan dan simbol perpaduan atau kesatuan bagi masyarakat Betawi. Jadi, melihat acara yang diawali dengan ritual palang pintu, maka warga Papua yang berada di Jakarta telah menjadi satu kesatuan yang utuh dengan masyarakat Betawi dan tidak terpisahkan.

Ketua Panita, Yohan menyampaikan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengobati luka yang selama setahun ini sempat menyudutkan masyarakat Papua dengan isu rasisme.

"Kami (masyarakat Papua) merasa sangat dihargai oleh masyarakat Betawi di Jakarta ini. Acara ini diawali dengan ritual Palang Pintu dan dilanjutkan dengan suguhan acara hiburan, yakni tari-tarian serta menyanyikan lagu-lagu daerah Papua dan Betawi," ungkapnya.

Selain itu, Ketua FKMPP, Benny Maran menyampaikan, bahwa masyarakat Papua yang sedang merantau di luar, secara khusus yang ada di Jakarta ingin memupuk persaudaraan dengan masyarakat asli setempat, yakni Betawi.

"Dengan dipadukannya budaya Papua dan Betawi ini, kita ingin memberikan kesempatan bagi anak-anak muda Papua untuk membaur dengan masyarakat setempat. Juga kita berharap agar kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat Papua di daerah lain (di kota-kota studi maupun masyarakat Papua diaspora) untuk membau, sehingga rasa kebhinekaan dan nasionalisme bisa terjalin kuat dalam bingkai NKRI ini," ungkap Benny.

Tokoh masyarakat Betawi Tanah Abang, Agus, menyampaikan rasa syukur atas digelarnya kegiatan tersebut. Melalui kegiatan inilah, hubungan masyarakat Betawi dengan Papua di Tanah Abang Jakarta menjadi semakin harmonis.

"Pesan saya untuk anak-anak muda Betawi di wilayah Tanah Aban agar bisa menyatu dan membaur dengan masyarakat Papua di Tanah Abang ini,".

"Bagi kita anak Papua adalah anak Tanah Abang. Kita bersatu, tidak ada lagi keributan yang merusak kondusifitas di Tanah Abang," lanjut Agus.

Kegiatan yang diikuti ratusan orang ini menampilkan kesenian atau ritual Palang Pintu, tari-tarian dari Betawi dan Papua, hingga menari dan bernyanyi bersama lagu-lagu daerah. [wll]

Komentar

x