Find and Follow Us

Kamis, 12 Desember 2019 | 22:40 WIB

Polisi Grebek 6 Titik Penipuan Online oleh WNA

Senin, 25 November 2019 | 22:47 WIB
Polisi Grebek 6 Titik Penipuan Online oleh WNA
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Polda Metro Jaya menggerbek enam lokasi kasus penipuan via telp yang dilakukan oleh warga negara asing (WNA) asal Tiongkok. Salah satunya di daerah Kemanggisan, Jakarta Barat.

"Hari ini tim gabungan dari Ditreskrimsus dan Ditresnarkoba menggerebek di enam lokasi berbeda. Salah satunya di kawasan Kemanggisan ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus ditemui di Kemanggisan, Jakarta Barat, Senin (25/11/2019).

Yusri menjelaskan lokasi yang diamankan kasus penipuan dengan menggunakan media telkom atau telepon dimana para pelakunya merupakan warga asing.

"Jadi rata-rata tersangka yang berhasil kita amankan warga negara dari Tiongkok dan juga korbannya juga sama, korbannya warga negara asing sendiri atau dari china," ujarnya.

Menurut Yusri, modus operandi yang dilakukan tersangka secara bersamaan biasanya menelepon warga negara tiongkok. Kemudian warga negara asing menyampaikan bahwa kepada korban anda ada kesalahan sehingga perlu menghubungi.

"Ada kesalahan misalnya pajak kemudian ada kesalahan kasus disana. Dia menawarkan untuk dibantu oleh kepolisian di negara sana dengan menggunakan boks ini. Mereka sambil menelpon ke warga tiongkok menggunakan box ini supaya kelihatan bising. Lalu mereka menawarkan untuk dibantu kasusnya dan korban disana akan mentransfer uang kepada petugas," tuturnya.

Dikatakan Yusri, nanti tersangka itu menyambungkan mengarahkan korban dan disambungkan ke rekannya, nanti ada petugas kepolsiian misalnya yang akan membantu.

"Jadi sistemnya kayak penipuan menggunakan online atau telekonfred yang ada. Kebanyakan korban bermasalah pajak segala mereka udah punya data semua mereka punya link disana semua. Nanti mereka akan menyampaikan bahwa silakan kalau gak mau kena penindakan silakan hubungi ini ada teman saya yang bisa membantu," ujarnya.

Saat ini, Yusri menuturkan sebanyak 26 tersangka yang diamankan di TKP Kemanggisan dan masih ada yang lain. Sedangkan total keseluruhan 24 orang tersangka WNA Tiongkok dan dua orang Warga Negara Indonesia (WNI).

"Jadi ada 26 pelaku disini di tkp Kemanggisan ini masih ada di tkp lainnya. Total 24 WNA Tiongkok dan 2 dari WNI yang bertugas menjaga disini, melayani para warga negara asing dari cina ini," sambungnya.

Yusri menambahkan penyidik masih mendalami bos besar atas kasus ini sistemnya seperti apa. Hasilnya akan diumumkan ketika penyidik sudah menyelesaikan kasus ini.

"Untuk bos besarnya masih kita dalami, kita dlaami bagaimana sistem sebenenrya. Nanti kita sampaikan," ungkapnya.

Untuk barang bukti yang berhasil disita berupa kotak-kotak untuk telekomunikasi, uang, dan sebagainya.

"Untuk barang bukti uang kami masih hitung jumlahnya, belasan kotak dan kita masih menggeledah lagi ungkapnya.

Kendati begitu, Yusri mengaku tim sudah mengintai selama 3 bulan aktivitas mereka. Namun polisi masih menyeldiki keberadaan mereka sudah tinggal disini.

"Kami masih masih kita dalami, tapi hampir 3 bulan kita mengintai di lokasi ini. Dari informasi ini sudah kita dapat kemudiam kita lakukan pengintaian dan anggota juga sudah lama mengintai pergerankan mereka," bebernya.

Diakui Yusri, para tersangka memilih lokasi di Indonesia karena memiliki paling mudah untuk disusupi. Tidak hanya itu, jaringan telekomunikasi dan internet juga paling mudah di akses.

"Mereka memilih Indonesia sebagai markas karena sistem yg paling mudah. Pertama indonesia ini jaringannya paling gampang, mulai dari jaringan internet disini paling mudah. Kedua indonesia kulit mereka sama, banyak keturunan cina disini makannya mereja gak terlalu mudab dicurigai oleh warga disini,"

Sementara itu, Ketua RT. 10 RW 1, Kel. Kemanggisan, Kec Palmerah, Jakarta Barat Bambang Agus (54) mengaku pihaknya merasa kecolongan di lokasi tempatnya dijadikan kejahatan penipuan.

"Jadi dari pertama dari pertama ini kita tidak tahu, karena rumah ini terlihat tidak ada kehidupan. Tapi saya dapat informasi suka masukin barang-barang dagangan apa itu," ujar Bambang.

Bambang menambahkan setiap hari rumah ini terlihat kosong dan tidak ada orang yang menempati lokasi ini.

"Kalau saya perhatikan setiap hari terlihat kosong dan tidak ada yang masuk ke rumah ini," pungkas Bambang. [adc]

Komentar

Embed Widget
x