Find and Follow Us

Kamis, 12 Desember 2019 | 22:41 WIB

Kapolda Metro: Bahaya Medsos, Orang Jadi Radikal

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 15 November 2019 | 22:51 WIB
Kapolda Metro: Bahaya Medsos, Orang Jadi Radikal
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono - (Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengingatkan bahaya Medsos terutama orang menjadi intoleran.

Hal tersebut disampaikannya dalam diskusi peringatan Hari Toleransi Internasional di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (15/11/2019).

"Media sosial, kita nggak bisa meredam, tidak bisa memfilter, apapun bisa dilakukan dari media. Bagaimana orang itu bisa intoleran belajar dari medsos, bagaimana orang itu menjadi radikal itu belajar dari medsos," ujar Gatot.

Gatot menyebut, sementara dulu orang-orang menyebarkan paham radikal melalui cara pertemuan atau diskusi, kata dia, kini itu bisa disebarkan lewat medsos, seperti jaringan teroris.

"Bisa dibayangkan, saya ambil contoh kasus Abu Zee. Kelompok ini di 8 provinsi tersebar, mereka mengatakan paham itu melalui media sosial dalam Telegram. Seorang anggota polisi, itu ada 2 orang anggota polwan, juga ikut bagian daripada itu. Bahkan dia siap menjadi seorang pengantin," katanya.

Menurut Gatot, Medsos di satu sisi menjadi hal yang positif, tapi pada sisi lain menjadi hal yang negatif. Hal-hal negatif itu, kata dia, perlu diantisipasi dalam membangun toleransi.

"Banyak langkah-langkah yang harus kita lakukan tentunya apakah melalui pendidikan, pemahaman toleransi mungkin dari masa-masa kecilnya," katanya. [adc]

Komentar

x