Find and Follow Us

Rabu, 13 November 2019 | 21:21 WIB

Anies: Sopir Tak Perlu Tegang Setoran Kurang

Oleh : Willie Nafie | Rabu, 16 Oktober 2019 | 14:07 WIB
Anies: Sopir Tak Perlu Tegang Setoran Kurang
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pengelolaan transportasi di Jakarta justru salah satu yang paling dirasakan terobosannya. Dari catatan pihaknya, Tahun 2017 jumlah penumpang sistem transportasi darat di ibu kota 300.000 penumpang per hari. Dalam dua tahun, berberubah, menjadi 640.000 per hari.

"Dua kali lipat dalam dua tahun. Artinya itu sebuah lompatan yang cukup signifikan. Pengelolaannya pun diubah. Kalau dulu, bus-bus itu milik DKI, sekarang kita kerjakan itu sebagai milik pihak ketiga," kata Anies, Rabu (18/10/2019).

Jadi, lanjut Anies Pemprov DKI membeli jasa, dibayar per kilo meter. Sehingga perawatan, kemudian pengelolaan, tidak menjadi aset Pemprov DKI lagi. Tapi sudah pihak ketiga.

Pihaknya juga menerapkan standar pelayanan yang harus diberikan. Jadi penyedia itu memberikan pelayanan bagi warga. Dan bukan saja, bus besar, sedang, dan kecil. Angkot-angkot juga tergabung dalam lingkup, mereka pun tak lagi ngetem.

"Kenapa? karena kami menghitung kontraknya berdasarkan kilometer. tidak berdasarkan jumlah penumpang. Jadi tak perlu ngetem. Kalau ngetem, maka efeknya macet. Sopirnya juga kami gaji bulanan. Mereka tidak perlu tegang setorannya kurang," jelasnya.

Anies menambahkan, dengan cara seperti itu maka, bakal lebih fokus pada pelayanan, bukan fokus pada operasi pengelolaan. Jadi kalau ada bus mogok, dan macet, langsung diganti oleh penyedianya

"Bila mereka tidak berhasil itu menjadi catatan dari kita dan bisa tidak diteruskan kontraknya. Itu membuat pekerjaan jauh lebih efisien," tutupnya. [adc]

Komentar

Embed Widget
x