Find and Follow Us

Sabtu, 7 Desember 2019 | 04:08 WIB

Anies Ingin Anak-anak Belajar Menabung Sampah

Oleh : Willie Nafie | Senin, 14 Oktober 2019 | 14:21 WIB
Anies Ingin Anak-anak Belajar Menabung Sampah
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bank Negara Indonesia (BNI) menginisiasi Gerakan Ayo Menabung dengan Sampah.

Inisiasi ini diwujudkan dalam penandatangan perjanjian kerja sama yang berlangsung di Balai Agung, Balaikota Jakarta, pada Senin (14/10). Penandatanganan itu juga dihadiri oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, jajaran OJK, serta PT BNI.

Menurut Gubernur Anies, inisiasi Gerakan Ayo Menabung dengan Sampah merupakan salah satu bentuk pembiasaan diri, yang mana dalam fase selanjutnya akan membentuk budaya dan karakter, terlebih sasaran dari gerakan ini adalah anak-anak sekolah.

"Saya garis bawahi budaya menabung butuh pembelajaran dan pembiasaan, begitu seseorang memiliki kebiasaan maka akan tumbuh budaya dan selanjutnya akan membentuk karakter terlebih kepada anak-anak," kata Anies, Senin (14/10/2019).

Langkah untuk memberikan intensif berupa tabungan kepada anak-anak yang mengumpulkan sampah plastiknya, dirasa sangat tepat, karena secara tak langsung akan merangsang proses pembiasaan agar anak-anak mencintai lingkungannya serta menumbuhkan kebiasaan menabung.

"Langkah memberikan intensif anak-anak mengumpulkan sampah kemudian ditabung ini merangsang proses pembiasaan itu, yakni kebiasaan menabung dapat, kebiasaan hidup bersihnya juga dapat," terangnya.

Gerakan Ayo Menabung dengan sampah sehalan dengan Instruksi Gubernur Nomor 157 Tahun 2016 tentang Pembinaan dan Pengembangan Bank Sampah. Selain itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI juga telah menerbitkan Surat Edaran kepada Gubernur dan Bupati/Walikota di seluruh Indonesia tertanggal 27 Mei 2019 dengan Nomor 5811/D/HK/2019 tentang Pogram Simpanan Pelajar, untuk mendukung program one student one account.

Sementara itu, Gerakan Ayo Menabung dengan Sampah telah dilakuakan di Jakarta Barat dan Jakarta Utara, dengan melihat respon positif dari pilot project yang melibatkan lebih dari 160.000 siswa penabung sampah. Gerakan ini menjadi program yang mendorong kebiasan menabung sejak usia dini, dan menabung dengan cara yang mandiri melalui pemilahan sampah dari sumbernya dan menyetornya ke bank sampah. [adc]

Komentar

x