Find and Follow Us

Sabtu, 19 Oktober 2019 | 07:39 WIB

Krisis Air Bersih, Warga PIK Mengadu ke DPRD DKI

Oleh : Willie Nafie | Jumat, 4 Oktober 2019 | 15:25 WIB
Krisis Air Bersih, Warga PIK Mengadu ke DPRD DKI
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sejumlah warga perumahan Pantai Indah Kapuk (PIK) mengeluhkan suplai air bersih di rumahnya dengan alasan musim kemarau sejak tahun 2014. Hal tersebut diadukan langsung ke fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta.

"Setiap kemarau, kami kesulitan air bersih antara 4-5 bulan. Pipa air bersih dari PAM Jaya atau Pemda tidak ada, hanya dari water treatment plant (WTP) yang disediakan pengembang. Kemarin saja, lima hari tidak ada suplai air, sehingga kami inisiatif beli air curah," kata koordinator warga Pantai Indah Kapuk, Oscar.

Selain kekurangan pasokan air bersih, kata Oscar, kualitas air di tempatnya pun sangat jelek. Bahkan, ada warga mengalami gatal-gatal dan diare karena menggunakan air yang berasal dari Kali Angke itu.

"Beberapa kejadian ada gatal-gatal atau muntaber. Karena kualitas air bau, berwarna keruh kemudian kadang-kadang ada cacing dan kotoran. Untuk itu, kami berharap ditarik pipa dari PAM Jaya ke wilayah kami. Tapi kami dengar, tidak ada anggaran dari pemerintah untuk masuk ke daerah kami karena itu masih kewajiban pengembang," ujarnya.

Dia mengungkapkan, wilayah perumahan PIK dihuni oleh lebih dari 10 ribu kepala keluarga. Namun, warga yang berada di Kelurahan Kapuk Muara dan Kamal Muara seringkali kekurangan air bersih setiap musim kemarau tiba.

"Pihak pengembang sebenarnya menyiapkan air curah atau air tangki pada jam tertentu. Tapi tidak cukup, karena hanya disiapkan dua unit mobil tangki. Beberapa warga berinisiatif membeli air curah, tapi harganya mahal, Rp 80 ribu per kubik. Kalau dari PAM Jaya kan cuma Rp 7 ribu per kubik. Kalau dari pengembang, sekitar Rp 25 ribu per kubik," tutupnya. [adc]

Komentar

Embed Widget
x