Find and Follow Us

Sabtu, 19 Oktober 2019 | 06:45 WIB

Polisi Bekuk Pengedar Sabu Jaringan Malaysia-Batam

Oleh : Happy Karundeng | Selasa, 17 September 2019 | 18:57 WIB
Polisi Bekuk Pengedar Sabu Jaringan Malaysia-Batam
(Foto: inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan Subdit I Ditres Narkoba PMJ pimpinan AKBP Jean Calvijn Simanjuntak berhasil mengentikan peredaran narkotika jenis sabu jaringan Malaysia-Batam-Jakarta.

"Iya tim dari Sundit I Narkoba PMJ yang dipimpin langsung sama AKBP Calvijn dan juga Kompol Ocha berhasil mengamankan peredaran sabu di Batam. Ini jaringan Malaysia-Batam-Jakarta ya," katanya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (17/9/2019).

Ia menjelaskan, dari pengungkapan ini polisi menangkap 8 orang tersangka sindikat pengedar sabu jaringan Malaysia-Batam-Jakarta. Modusnya, jaringan ini menyelundupkan sabu hingga ke Jakarta dengan cara diselipkan ke sepatu yang dikenakannya.

Ia menjelaskan, pihaknya menangkap para tersangka pada bulan Agustus 2019 di Jakarta Timur, Jakarta Utara hingga di Batam dengan mengamankan sabu seberat 9,5 kg.

"Tersangka yang ditangkap ditempat yang berbeda yakni RUD, ZUL, WAN, LIS, TK, MIN, BUS dan JOEL," ungkapnya.

Argo mengatakan tersangka pertama yang diamankan yaitu RUD dan ZUL. Kedua tersangka itu berperan menyelundupkan sabu dari Batam ke Jakarta dengan cara menaruh sabu seberat 1,5 kg di dalam sepatunya.

"Tersangka ini dari Batam ke Jakarta membawa sabu dimasukan dalam sepatu, diinjak katanya dan dipakai sepatu itu. Di sepatu itu ternyata dia bisa membawa 1,5 kg (sabu) dari 2 sepatu tadi," jelas Argo.

Kedua tersangka itu menaiki kapal penumpang dari Batam menuju Tanjung Priok, Jakarta Utara dan berniat mengedarkan sabu itu di wilayah Jakarta. Setelah kedua tersangka diperiksa, polisi menangkap 2 tersangka lainnya di wilayah Jakarta Timur dan 4 lainnya di Batam.

Sementara, Kasubdit 1 Ditres Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan 4 tersangka yang ditangkap di Batam berinisial BUS, MIN, TK dan JOEL. Para tersangka di Jakarta memesan sabu itu dari tersangka yang berada di Batam. Tersangka di Batam sendiri membeli sabu dari 4 orang DPO yang masih dicari polisi hingga saat ini.

"JOEL ini layer paling atas. Satu kg (sabu) diserahkan ke tersangka RUD pertama," kata Calvijn.

Polisi kemudian menggeledah rumah JOEL yang berada di Batam dan menemukan barang bukti sabu seberat 8 kg. Kepada polisi, JOEL mengaku sudah membeli dan menjual sabu sebanyak 56 kg dalam 5 kali transaksi.

"JOEL ini pengakuanya sudah 5 kali mendapat barang itu sebesar 56 kg. Pengakuanya saat ini masih terikat jaringan (DPO) HIM dan ada diatasnya DPO UR. Kami tetap dalami ada kemungkina tersangka JOEL yang terikat jaringan him dan ur masih terikat jarinhan lainnya," ungkao Calvijn.

Calvijn mengatakan dari hasil penjualan sabu itu, JOEL berhasil membeli rumah di Batam, mobil, perahu kayu bermesin dan keramba ikan. Polisi hingga saat ini masih menyelidiki jaringan lainnya dalam sindikat tersebut.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) junto Pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35/2009 tentang narkotika. Para tersangka terancam hukuman penjara seumur hidup. [adc]

Komentar

Embed Widget
x