Find and Follow Us

Sabtu, 19 Oktober 2019 | 06:40 WIB

Pendiri Kaskus Bantah Terlibat Pemalsuan

Oleh : Happy Karundeng | Selasa, 17 September 2019 | 17:46 WIB
Pendiri Kaskus Bantah Terlibat Pemalsuan
Pendiri Kaskus, Andrew Darwis
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pendiri Kaskus, Andrew Darwis membantah dirinya melakukan dugaan pemalsuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Pernyataan tersebut disampaikan Andrew melalui kuasa hukumnya, Abraham Sridjaja.

Abraham mengklaim, Andrew tidak pernah mengenal Titi Sumawijaya Empel orang yang melaporkan kliennya itu. Andrew juga membantah pernyataan pelapor yang menyebut David Wira sebagai tangan kanan atau orang kepercayaannya.

"Klien kami mengenal saudara David Wira sejak pertengahan tahun 2018 dan bukan merupakan tangan kanan klien kami seperti yang diberitakan," kata Abraham dalam keterangan tertulis, Selasa (17/9/2019).

Ia juga menyatakan, Andrew tidak pernah mengetahui perihal peminjaman uang senilai Rp 15 miliar yang melibatkan Titi, David Wira, dan Susanto Tjiputra.

"Klien kami sama sekali tidak mengetahui terkait adanya pinjam meminjam antara Titi Sumawijaya Empel dengan pihak siapapun. Klien kami juga tidak mengetahui adanya pinjam meminjam yang melibatkan tanah dan bangunan yang dibeli dari Susanto," ujar Abraham.

Ia mengakui, Andrew hanya sekali terlibat dalam transaksi jual beli gedung dengan Susanto. Transaksi jual beli itu pun dilakukan sesuai proses dan ketentuan yang berlaku.

Diberitakan sebelumnya, pendiri Kaskus, Andrew Darwis dipolisikan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan pinjaman uang. Laporan dibuat 13 Mei 2019 lalu. Laporan itu diterima ddngan nomor LP/2959/V/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus

Andrew dilaporkan wanita bernama Titi Sumawijaya Empel. Berdasarkan laporan yang dibuat, Andrew diduga mengalihkan sertifikat gedung miliknya. Padahal sertifikat itu hanya dijaminkan ke Andrew.

Titi menjaminkan sertifikat dengan alasan meminjam uang. Sertifikat diagunkan Andrew ke UOB Bank. Atas hal itu lantas Andrew dilaporkan atas pemalsuan atau penipuan atau tindak pidana pencucian uang. Pasal yang dilaporkan adalah Pasal 263 ayat (2) KUHP dan atau Pasal 3,4,5 UU RI nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU.

Kepolisian membenarkan adanya laporan ini. Dimana laporan ini sudah masuk dan sedang ditangani penyidik Fismondev Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Penyidik hingga kini masih mendalami laporan tersebut.

"Betul adanya laporan tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, Senin (16/9/2019). [adc]

Komentar

Embed Widget
x