Find and Follow Us

Jumat, 20 September 2019 | 16:57 WIB

Polisi Gagalkan Penyelundupan Textil Hingga Rp9 M

Oleh : Happy Karundeng | Kamis, 12 September 2019 | 18:15 WIB
Polisi Gagalkan Penyelundupan Textil Hingga Rp9 M
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Edy Pramono
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Edy Pramono mengatakan Subdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan penyelundupan tekstil, pakaian bekas atau Balpres dan sepatu ilegal senilai Rp.9 miliar.

Barang-barang berbagai merek ini berasal dari Tiongkok. Barang diselundupkan dari Malaysia lewat jalur air melalui Pelabuhan Pasir Gudang Johor. Selanjutnya barang dikirim ke Pelabuhan Kuching Serawak. Kemudian barang dibawa pakai truk ke perbatasan wilayah Indonesia melalui jalur darat ke wilayah Jagoi Babang, Kalimantan Barat.

"Diangkut menggunakan truk fuso dari Pontianak melalui Pelabuhan Dwikora. Dikirim menggunakan kapal angkut Fajar Bahari dan masuk ke Pelabuhan Tegar Marunda Center Kabupaten Bekasi," katanya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (12/9/2019).

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi berhasil mengamankan enam pelaku yaitu PL (63) dan H (30) yang telah beroperasi selama delapan tahun, AD (33) beroperasi selama dua tahun, EK (44) beroperasi selama lima tahun, NS (47) beroperasi selama tujuh tahun dan TKD (45) yang telah beroperasi paling lama yakni 10 tahun.

Keenamnya diciduk pada tiga lokasi yang berbeda. Lokasi pertama di Pelabuhan Tegar Marunda Center Terminal, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kedua, di Jalan Dahlia, Kramat, Senen, Jakarta Pusat dan yang terkhir yaitu di Gudang Rukan Permata Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

"438 gulungan tekstil (bahan kain), 259 koli balpress berisi pakaian baru, pakaian bekas dan tas bekas, 5.668 koli sepatu berbagai merek kurang lebih 120 ribu pasang sepatu kita sita," ucap dia.

Atas perbuatan itu, keenam pelaku dikenakan pasal berlapis. Dimana mereka dikenakan Pasal 104, Pasal 106, Pasal 111, Pasal 112 ayat 2 Undang Undang RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman pidana penjara lima tahun dan denda maksimal Rp5 miliar. Kemudian juga dikenakan Pasal 62 ayat 1 dan 2 UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana penjara lima tahun dan denda maksimal Rp.2 miliar.

"Kalau dihitung potensi kerugian negara untuk tekstil, balpress serta sepatu berbagai merek kurang lebih Rp4,9 miliar hampir Rp.5 miliar," tandasnya. [adc]

Komentar

Embed Widget
x