Find and Follow Us

Jumat, 20 September 2019 | 16:54 WIB

Polisi Bantah Terbitkan DPO Veronica Koman

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 6 September 2019 | 17:50 WIB
Polisi Bantah Terbitkan DPO Veronica Koman
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Argo Yuwono mengatakan pihaknya tidak pernah menerbitkan Surat Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama Veronica Koman yang disangka menyebar hoax dan ujaran kebencian beraroma provokasi kerusuhan Papua.

"Polda Metro tidak mengeluarkan DPO ini," katanya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (6/9/2019).

Argo menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum mengeluarkan selebaran DPO atas Veronica. Pasalnya, hingga kini belum ada laporan untuk pengeluaran DPO di Polda Metro Jaya. Maka dari itu masyarakat diminta tidak mempercayai selebaran itu. Jika pihaknya mengeluarkan selebaran maka nanti akan diumumkan.

"Karena belum ada laporan," ujarnya.

Sebelumnya, beredar selebaran Daftar Pencarian Orang kalau tersangka penyebaran hoaks dan ujaran bernarasi provokatif, Veronica Koman jadi buron Polda Metro Jaya. Dalam selebaran itu, tertulis kalau Veronica adalah provokator aksi kerusuhan di Papua.

Nama, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, hingga umur Veronica dijabarkan. Kemudian tertera juga nomor telepon sebagai call center bila ada yang melihat Veronica. Nomor teleponnya adalah 08121312006.

Sebagaimana diberitakan, penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim menetapkan Veronica Koman sebagai tersangka dalam kasus kerusuhan Papua. Polisi menetapkannya sebagai tersangka setelah mengantongi lebih dari dua alat bukti. Dia dijerat dengan pasal berlapis, di antaranya Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Namun hingga kini polisi masih melakukan upaya penangkapan terhadap Veronica. Sebab dia tidak ada di Tanah Air. Meski begitu polisi enggan menyampaikan keberadaan Veronica. Saat ini, Polda Jawa Timur sudah berkoordinasi dengan Divhubinter Polri dan Siber mengeluarkan red notice. Nantinya red notice tersebut akan disampaikan ke Interpol guna disampaikan ke negara Veronica berada. [ton]

Komentar

Embed Widget
x