Find and Follow Us

Jumat, 23 Agustus 2019 | 22:39 WIB

Kapolda Metro Akan Evaluasi Anggota Pemegang Senpi

Oleh : Happy Karundeng | Senin, 12 Agustus 2019 | 18:47 WIB
Kapolda Metro Akan Evaluasi Anggota Pemegang Senpi
Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan dari hasil tes diketahui, Brigadir RT yang menembak Bripka Rahmat Effendi tidak mengalami gangguan jiwa.

"Jelas terhadap pelaku sudah kita lakukan pemeriksaan kejiwaan psikologi. Hasil sementaranya itu yang bersangkutan normal," katanya, Senin (12/8/2019).

Agar serupa tak terulang lagi, Gatot meminta dilakukan evaluasi terhadap anggota pemegang senjata api. Setiap pemegang senjata dipastikan mengikuti peraturan yang ada.

"Siapa-siapa yang megang senjata api kita sesuaikan dengan peraturan yang ada seperti itu," ucapnya.

Ia menambahkan, anggota pemegang senpi diharuskan pemriksaan psikologinya dilakukan secara mendalam. Dia minta emosional anggota dilihat.

"Khususnya didalam pemeriksaan psikologinya betul-betul dilaksanakan yang benar sehingga anggota tidak mudah emosional ya, karena kalau emosional sebaliknya ini bahaya juga terhadap ini. kita evaluasi terhadap hal tersebut," kata dia.

Peristiwa penembakan ini bermula saat terduga tersangka polisi berpangkat Brigadir dengan inisial RT, emosi lantaran Bripka Rahmat Effendi menolak permintaannya dengan nada kasar. Awalnya Bripka Rahmat Effendi mengamankan seorang pelaku tawuran inisial FZ beserta barang bukti berupa clurit ke Polsek Cimanggis.

Lalu, orangtua FZ datang ke Polsek didampingi Brigadir RT dan Brigadir R. Mereka meminta FZ dibebaskan, namun ditolak oleh Bripka Rahmat Effendi.

Tak terima dengan perlakuan tersebut, Brigadir RT kemudian pergi menuju ruangan lainnya yang bersebelahan dengan ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Cimanggis. Ia mengambil sebuah senjata api jenis HS 9.

Brigadir RT langsung menembak Bripka Rahmat Effendi dan mengenai perut, dada, leher dan paha. Tembakan ini membuat Bripka Rahmat Efendi tewas seketika.

Komentar

Embed Widget
x