Find and Follow Us

Minggu, 22 September 2019 | 01:00 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Pemasok Kokain Ethiopia

Oleh : Willi Nafie | Jumat, 2 Agustus 2019 | 12:34 WIB
Polisi Bongkar Jaringan Pemasok Kokain Ethiopia
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Polres Metro Jakarta Pusat membekuk tiga pelaku berinisial P, S, dan M. Adapun ketiganya merupakan jaringan narkoba internasional. Barang bukti yang disita kokain seberat 1 kg.

Peristiwa tersebut bermula dari P, S, dan M tertangkap tangan saat transaksi di kawasan Jl. Kramat, Jakarta Pusat. Pada kesempatan itu diamankan 50 gram kokain. Kemudian dikembangkan ke rumah S didapati 900 gram kokain yang siap dijual.

"Laporan masyarakat dari informasi tersebut, anggota lakukan penyamaran berhasil menangkap para pelaku. Mendapati kokain 50 gram dari penangkapan pertama lakukan upaya pengembangan sejumlah barang bukti kokain lainnya di rumah S 900 gram di rumah saudara S dari keterangan tersangka total 1 kg," ujar Kasat Narkoba Polres Jakpus AKBP Afandi Eka Putra di Polres Jakpus, Jumat (2/8/2019).

S mengakui pasokan kokain diterima dari negara Ethiopia. Rencananya kokain tersebut diperjual belikan di wilayah Asia Tenggara antara lain di Malaysia, Thailand, Singapura dan Indonesia.

"Ini ketika S ke ke Etiophia dan niat diperjualbelikan pertama di Thailand mampir ke Dubai, Singaapura dan terkahir di Jakarta ada jaringan yang memperdagangkan kokain," jelasnya.

Melalui penerbangan udara mereka mengemas kokain tersebut dengan menggunakan alumunium foil agar tak terdeketsi mesin X-Ray di bandara.

"Jalurnya lewat teman saya pak yang pernah jadi kurir, saya direkomendasikan baru satu dua negara sebelumnya Filipina 1,5 kg. Tinggal bawa aja masukan backpack pak itu kan di ganti belakangnya di balut sterofoam, kardus, kertas karbon, alumunium foil, sama lakban agar tidak kedetct. Perjalanan sudah diatur, barang di bagasi," ujar S.

Dalam kasus ini P, S, dan M, dijerat pasal 114, 112 UU tindak pidana narkotika dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 dan paling banyak Rp10.000.000.000,00. [rok]

Komentar

Embed Widget
x