Find and Follow Us

Jumat, 20 September 2019 | 17:14 WIB

Labfor: Suami Nunung Konsumsi Sabu Sekira 31 Bulan

Oleh : Happy Karundeng | Selasa, 30 Juli 2019 | 19:57 WIB
Labfor: Suami Nunung Konsumsi Sabu Sekira 31 Bulan
July Jan Sambiran (JJ) - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kabid Narkoba Puslabfor Mabes Polri Kombes Sodiq mengatakan pihaknya telah memeriksa bukti urine dan rambut milik pelawak Tri Retno Prayudati alias Nunung Srimulat (NN) dan suaminya July Jan Sambiran (JJ) yang dikirim penyidik Polda Metro.

Dari hasil tes rambut, diketahui Nunung sudah mengonsumsi Sabu sekira 13 bulan lalu. Sedangkan July Jan diketahui lebih lama aktif konsumsi barang haram tersebut.

"Dari metode yang sama, dari panjang rambut tersangka JJ 33 centimeter, diasumsikan secara teoritikel bahwa rambut itu tumbuh antara setengah cm sampai 1,3 cm perbulan. Sehingga kalau kita asumsikan pertumbuhan rambutnya tersangka itu satu bulan 1cm maka paling tidak diprediksi JJ sudah konsumsi setidaknya 31 bulan," katanya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (30/7/2019).

Ia menjelaskan, Puslabfor mulai meneliti barang bukti dari PMJ pada tanggal 23 Juli. Barang bukti yang diteliti dari Nunung dan Jan berupa kristal putih beratnya sekitar 0.17 gram juga darah, rambut dan urine kedua tersangka.

"Walaupun sebenarnya pada saat ditangkap sudah dilakukan pengecekan urine kita coba cek lagi pada tanggal 23 itu dan nanti hasilnya positif," ujarnya..

Di sisi lain ia menjelaskan, sekarang trend penggunaan narkoba adalah menggunakan Metafetamin atau sabu karena memang trendnya di Indonesia itu ratingnya teratas.

"Rating satu. Paling banyak penggunanya termasuk di Asia itu MA (Meta) itu paling banyak penggunanya paling tinggi karena memang disamping durasi efeknya itu lebih panjang sekitar 12 jam sampai 16 jam, dibanding dengan ekstasi yang hanya sekitar 2 sampai 4 jam," paparnya.

"Disamping memang bahan pembuatannya lebih mudah daripada bikin ekstasi. Makanya banyak pabrik ilegal di Indonesia itu terkait dengan penggunaan metafitamin," sambungnya.

Terkait dengan Nunung dan Jan, ia menehaskan, barang bukti yang diterima adalah benar barang bukti tersebut jenis Metafetamin yang lumayan bagus.

"BB yang kami teliti memang MA yang lumayan bagus," ujarnya.

"Kemudian dari darah kedua tersangka, karena sudah diambil lebih dari prosesnya sebenarnya kalau kita makan itu kan barang masuk ke mulut kemudian dikunyah masuk peredaran darah kemudian akan di distribusi ke urine dibuang lewat Unite atau ada yang terdeposite ke rambut maupun kuku biasanya," sambungnya.

Kebetulan yang diperiksa Labfor adalah urine, darah dan rambut. Karena darah sudah diambil pada hari ke lima, alat sudah tidak mendeteksi barang bukti tersebut di darah kedua tersangka, kemudian di urine walaupun sudah 5 hari ternyata masih temukan dia positif mengandung metafitamin.

"Jadi dugaannya dia memang pengguna aktif yang sudah lama memakai sehingga durasinya, biasanya dalam waktu satu dua hari kalau pengguna yang tidak aktif sudah tidak kita temukan di urine, karena bb cairan yang paling bagus tuh di urine. Namun ini masih kita temukan di hari kelima masih kita temukan dan kadarnya cukup tinggi," paparnya.

Sebelumnya, Nunung ditangkap di kediamannya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan bersama suaminya, July Jan Sambiran. Saat polisi menggerebek, ditemukan barang bukti sabu seberat 0,36 gram.

Nunung mengaku sudah memesan 10 kali dalam waktu 3 bulan kepada sang kurir bernama Hadi Moheriyanto alias Hery yang lebih dahulu ditangkap. Setelah melakukan pemeriksaan, Nunung sudah mengkonsumsi narkoba selama 20 tahun, ssdangkan suaminya sudah selama 24 tahun.

Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Mereka juga terbukti positif menggunakan narkoba berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan. [adc]

Komentar

Embed Widget
x