Find and Follow Us

Senin, 26 Agustus 2019 | 03:30 WIB

Polisi Ringkus Komplotan Penipu Lewat Telepon

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 19 Juli 2019 | 20:02 WIB
Polisi Ringkus Komplotan Penipu Lewat Telepon
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Polda Metro Jaya meringkus pelaku penipuan dengan modus menipu orangtua kalau anaknya kecelakaan. Dari penipuan ini, polisi amankan tiga orang berinisial A, M, dan AZ sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan para tersangka melakukan penipuan itu sejak 2009 lalu. Adapun data nomor telepon orangtua murid itu didapatkannya dengan mengaku sebagai Dinas Pendidikan, yang mana ketiga tersangka memiliki peran yang berbeda-beda.

"Tersangka A mendapatkan identitas murid dan orang tua murid dengan berpura-pura sebagai staf dinas pendidikan. Setelah mendapatkan identitas tersebut, tersangka M akan menelepon orangtua anak tersebut bahwa anaknya mengalami kecelakaan," katanya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (19/7/2019).

Argo mengatakan, saat tersangka M menelepon keluarga korban, ia menyamar sebagai guru dan dokter. Dirinya lalu memberikan informasi bahwa anaknya korban mengalami kecelakaan dan dirawat di rumah sakit.

"Saat telpon tersangka akan memberikan kontak rumah sakit untuk dihubungi pihak keluarga. Selanjutnya, tersangka akan meminta sejumlah uang kepada pihak keluarga untuk obat maupun alat operasi, tergantung pada karangan cerita kecelakaan yang dibuat oleh tersangka M. Lalu, tersangka AZ akan menelepon keluarga korban untuk memastikan apakah keluarga korban sudah mentransfer sejumlah uang atau belum. Kalau korban belum telepon atau transfer, dia yang akan memastikan lagi kepada korban," paparnya.

"Setelah korban mentransfer sejumlah uang tersebut, selanjutnya korban melakukan pengecekan ke sekolahan anak korban diketahui bahwa anak tidak ada apa-apa," sambung Argo.

Ketiga tersangka ditangkap di sebuah Apartemen di kawasan Jakarta Utara. Ketiganya berasal dari Sulawesi Selatan. Adapun ketiga tersangka ini selalu beraksi tiap satu kali seminggu.

"Seminggu sekali minimal melakukan kegiatan ini. (Uang yang diminta) sekitar 17 hingga puluhan juta rupiah. Tergantung dari obyek. Dia main sejak 2009 hingga sekarang," pungkasnya

Akibat perbuatannya, seluruh tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 4 dan Pasal 5 Juncto Pasal 2 ayat (1) huruf r dan atau z UU RI Nomor 8 tahun 2010 Tentnag Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun dan atau 20 tahun. [ton]

Komentar

Embed Widget
x