Find and Follow Us

Kamis, 27 Juni 2019 | 05:09 WIB

Jelang Lebaran Waspada Penipuan Modus Pinjol

Oleh : Aris Danu | Minggu, 19 Mei 2019 | 20:32 WIB
Jelang Lebaran Waspada Penipuan Modus Pinjol
(Foto: Ilustrasi)

INILAH.COM, Jakarta - Lebaran menjadi momentum paling dinanti setelah satu bulan penuh berpuasa. Terlebih bagi para perantau di Ibu Kota yang hendak mudik ke kampung halaman bertemu sanak keluarga.

Namun patut diwaspadai, era teknologi saat ini marak penipuan berkedok pinjaman dana tunia secara daring atau online. Mengingat tingginya kebutuhan belanja lebaran, tidak sedikit masyarakat yang tergiur menggunakan fasilitas pinjaman online (Pinjol) tanpa berpikir panjang. Sebab banyak penipuan bermodus Pinjol yang mencekik masyarakat dengan bunga tinggi bak rentenir.

Guna menghindari penipuan modus Pinjol, masyarakat sebaiknya mencari jalan lain sebelum memutuskan meminjam uang. Salah satunya melalui aplikasi pinjaman online yang terpercaya. Sebab, keamanan dan tranparansi sangat terjaga sehingga lebih aman.

"Tak semua aplikasi pinjaman online itu berisiko dan membahayakan. Sebab, sebagian besar aduan konsumen tentang layanan pinjaman online datang dari penyedia pinjaman yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia," kata Timothy Prawiromaruto selaku Product Manager Fintech p2p lending Indodana dalam keterangannya, baru-baru ini.

Timothy mengatakan, teknologi menjadi keunggulan Indodana yang memanfaatkan kombinasi Teknologi AI (Artificial Intelligence) RoboInvest dan Big Data. Fintech Indodana juga telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga sudah memiliki ISO 27001.

"Suatu sistem berstandar internasional guna memperkuat keamanan data nasabah peminjam maupun pemberi pinjaman dengan baik tanpa perlu khawatir datanya akan dicuri," ujar Timothy.

Dalam aplikasi ini, pihak berwenang seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga berperan sebagai regulator yang mengawasi berjalannya perusahaan di bidang jasa keuangan, termasuk perusahaan teknologi finansial (tekfin). Berdasarkan peraturan OJK, seluruh perusahaan tekfin harus mencatatkan perusahaannya agar bisa beroperasi secara legal. [adc]

Komentar

Embed Widget
x