Find and Follow Us

Senin, 22 Juli 2019 | 19:41 WIB

Pemprov Diharap Dukung Peluncuran Aplikasi Betawi

Oleh : Happy Karundeng | Sabtu, 9 Maret 2019 | 19:21 WIB
Pemprov Diharap Dukung Peluncuran Aplikasi Betawi
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), Beky Mardani mengatakan pihaknya terus mengikuti perkembangan zaman agar budaya Betawi tidak ditinggalkan oleh generasi milenial.

Menurut dia, salah satu upaya yang dilakukan untuk mendekati milenial yaitu meluncurkan aplikasi Betawi akses yang terhubung dengan situs LKB. Sebab, upaya pelestarian, pembinaan dan pengembangan harus disesuaikan dengan era saat ini lewat pemanfaatan teknologi.

"Kami ingin LKB menjadi pusat referensi budaya Betawi di era sekarang dan ke depan," kata Beky, Sabtu (9/3/2019).

Ia menjelaskan melalui aplikasi ini semua informasi tentang budaya Betawi bisa didapatkan, karena semua ditampilkan melalui teks di web dan video. Namun, yang terpenting adalah keberpihakan Pemerintah Provinsi DKI sebagai stakeholder untuk mendukung kreativitas dan gagasan baru ini.

"Nilai-nilai budaya Betawi seperti egaliter, terbuka, agamis dan humoris harus dilestarikan serta dikembangkan. Karena terbukti memberikan sumbangan besar pada kerukunan dan kedamaian di Jakarta," ujarnya.

Oleh karena itu, Beky mengatakan pihaknya aman menggelar rapat kerja (raker) 2019 untuk mengembangkan gagasan tersebut sekaligus evaluasi menentukan strategi pelestarian dan pengembangan satu tahun kedepan pada Sabtu (9/3/2019).

"Raker diharapkan bisa menampung ide, gagasan, dan pemikiran berbagai stakeholder seperti pemerintah, tokoh masyarakat, pelaku seni, budayawan, dan juga akademisi. Output dari raker ini adalah program kerja yg akan diusulkan LKB kepada Pemerintah Provinsi, dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan," jelas dia.

Di samping itu, Beky menambahkan raker juga dilakukan untuk optimalisasi Perda Nomor 4 Tahun 2015 Tentang Pelestarian Budaya Betawi. Menurut dia, LKB telah membina 158 sanggar yang tersebar di lima wilayah dan Kepulauan Seribu.

Komentar

Embed Widget
x