Find and Follow Us

Selasa, 25 Juni 2019 | 06:35 WIB

Polisi Cek Kasus Pembangunan Waduk Rorotan

Senin, 14 Januari 2019 | 22:44 WIB
Polisi Cek Kasus Pembangunan Waduk Rorotan
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pembangunan Waduk Rorotan yang berbatasan dengan wilayah Cakung, Jakarta Timur hingga saat ini belum menunjukan hasil yang memuaskan.

Pasalnya memasuki tahun keempat, pembangunan penampungan air raksasa ini belum juga rampung.

Tak selesainya pembangunan Waduk Rorotan, lantaran sebelumnya banyak persoalan yang harus dihadapi. Salah satunya, masalah lahan yang menyeret Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan sebagai tersangka. Mantan camat Pulogadung itu tersangkut kasus perusakan dan memasuki pekarangan orang lain.

Lurah Cakung Timur, Sukaria mengatakan, saat ini memang pembangunan waduk Rorotan belum rampung. Bila dipersentasikan, pembangunan penampungan air raksasa ini baru capai 85 persen. "Saat ini pembangunan sudah mencapai 85 persen, tinggal sarana hijau dan outlet salurannya yang belum ada," katanya, Senin (14/1).

Menurut dia, beberapa waktu lalu memang pembangunan Waduk Rorotan sempat terhenti. Namun ia mengaku sama sekali tak mengetahui apa yang menyebabkan hal itu terjadi.

"Kalau untuk jelasnya silahkan tanyakan langsung ke Dinas Sumber Daya Air, karena kami sendiri sifatnya hanya menjaga aset yang dimiliki pemprov DKI," terangnya.

Mangkraknya pembangunan waduk Rorotan itu sendiri diduga kuat lantaran status Kepala Dinas Sumber Daya Air Teguh Hendrawan yang dinyatakan sebagai tersangka. Sejak 29 Agustus 2018 lalu, Polda Metro Jaya menetapkan pelanggaran atas masuk pekarangan orang tanpa izin.

Hampir enam bulan berselang, kelanjutan kasus tersebut tak lagi terdengar. Mantan Wakil Kepala Dinas Perhubungan ini masih bisa menduduki jabatannya.

Dikonfirmasi hal itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengaku, dirinya akan kembali memeriksa berkas kasus tersebut. "Kami periksa dahulu, secepatnya akan segera kami sampaikan," ungkapnya. [ton]

Komentar

x