Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 16 November 2018 | 08:24 WIB

Kartu ATM Tertelan, Jangan Bocorkan Nomor PIN

Oleh : Fadhly Zikry | Selasa, 6 November 2018 | 20:11 WIB

Berita Terkait

Kartu ATM Tertelan, Jangan Bocorkan Nomor PIN
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Tiga pelaku pencurian uang di mesin ATM, ZA (29), D (40), dan LS (22) dengan modus mengganjal kartu ATM milik calon korbannya memiliki peran masing-masing dalam melancarkan aksinya.

ZA berperan memasang jebakan plastik pengganjal di mulut ATM, D berjaga-jaga di sekitar lokasi, dan LS berperan sebagai petugas call center palsu.

Setelah petugas mengetahui identitas pelaku, ZA dan D ditangkap saat berada di Mall Arion, sedangkan LS ditangkap dikediamannya di Bogor, Jawa Barat.

"Kronologinya tersangka ZA memasang plastik. plastik ini dimasukkan ke mulut ATM. Kalau (ATM) dimasukkan, ngambil duit bisa, setelah keluar, kartu terganjal. Setelah terganjal, korban panik," kata kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Selasa (6/11/2018).

Setelah calon korban panik, D muncul memainkan peran sebagai orang yang menawarkan solusi, agar korban menghubungi petugas call center yang nomor telefon nya sudah dimanipulasi pelaku.

"Karena korban agak lama di depan ATM, ada orang (D) yang menyampaikan silakan telepon call center. Ternyata nomornya sudah dibuat oleh pelaku," tutur Argo.

Panik karena ATM nya tertelan, korban pun tanpa pikir panjang langsung menghubungi nomor yang sudah disiapkan pelaku di mesin ATM. Pelaku LS pun memainkan perannya sebagai petugas call center palsu dan meminta PIN ATM korban.

"Kemudian pelaku (D) mengambil kartu (ATM korban), dia ambil Rp5 juta dan (sisanya) ditransfer ke rekening penampungan. Tujuannya biar cepet habis di rekening korban," tandas Argo.

Dari hasil kejahatan ketiganya, polisi mengamankan barang bukti berupa obeng, gunting, 1 HP, dan kartu ATM milik korban. Akibat perbuatannya paa pelaku dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. [ton]

Komentar

Embed Widget
x