Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 11 Desember 2018 | 20:30 WIB

Polisi Ringkus 29 Pelajar Terduga Pembunuh Ari

Oleh : Happy Karundeng | Selasa, 4 September 2018 | 16:24 WIB

Berita Terkait

Polisi Ringkus 29 Pelajar Terduga Pembunuh Ari
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar

INILAHCOM, Jakarta - Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengatakan pihaknya telah menetapkan belasan pelajar sebagai tersangka atas penganiayaan berujung tewasnya Ari Haryanto (16), di depan Belleza Jalan Jenderal Soepeno, Grogol Utara, Jakarta Selatan, Sabtu dini hari (1/9/2018) kemarin.

"Sekarang total ada 29. 11 udah (tersangka). Dan 18 itu kita sudah amankan, sekarang lagi diperiksa semua. Mana yang terlibat atau tidak. Bisa juga ada yang saksi-saksi saja," katanya di Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Ia menjelaskan, pelajar-pelajar itu diamankan Senin sore. Meskipun masih pelajar, polisi tetapkan menjalankan proses hukum bagi para pelaku.

"Di bawah umur jelas kita kenakan undang-undang perlindungan anak, tentunya menyesuaikan. Menghilangkan nyawa seperti ini pengeroyokan ada undang-undangnya tersendiri, undang-undang perlindungan anak kita kenakan juga. Hukumannya juga berbeda dia didampingi orangtua nya dalam pemeriksaan dan dari KPAI atau dari lembaga terkait. Yang jelas tidak lepas dari pidana nya," ujarnya.

Polisi juga telah memanggil seluruh orangtua dan guru-gurunya untuk dimintai keterangan atas kejadian ini.

"Hari ini rencana kita panggil orangtua dan guru-gurunya dari masing-masing sekolah itu. Rencana kita panggil hari ini. Yang jelas penyidik terus melakukan pendalaman, apakah hari ini bisa atau tidak, nanti tergantung kemampuan penyidik ini," pungkasnya.

Sebelumnya, kepolisian meringkus 11 remaja pembacok Ari Haryanto (16) hingga tewas di depan Belleza Jalan Jenderal Soepeno, Grogol Utara, Kebayoran Lama,Jakarta Selatan. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu dini hari (1/9) kemarin.

Sebelas remaja tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar, mengatakan mulanya para pelaku meminta handphone milik korban. Namun, korban menolak memberikan dan langsung dianiaya.[jat]

Komentar

x