Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 24 September 2018 | 03:23 WIB

Ini Alasan WN Mesir Aniaya Istri di Kalibata City

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 31 Agustus 2018 | 19:03 WIB

Berita Terkait

Ini Alasan WN Mesir Aniaya Istri di Kalibata City
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar - (Foto: Istimewa)


INILAHCOM, Jakarta - Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar mengatakan, warga negara Mesir bernama Khaled Mustafa Hasan (33) pelaku penganiaya istrinya Novawaty (48) di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, tidak dalam pengaruh narkoba.

Menurutnya, pria tersebut tega menganiaya istrinya hanya karena terpengaruh isu bahwa orang Indonesia cenderung selingkuh.

"Kita cek urine tidak mengandung narkoba, tes urine normal, hanya saja dia (Mustafa) diberitahu teman-temannya, orang Indonesia katanya kecenderungan suka selingkuh, dia dihantui terus pikirannya," katanya di Jakarta, Jumat (31/8/2018).

Karena dihantui pikiran itu, lanjut Indra, akhirnya pelaku ini selalu mencurigai istrinya. Padahal selama ini istrinya tidak terbukti selingkuh, bahkan setelah ponsel istrinya dibuka pun tidak ada mengarah ke perselingkuhan.

"Jadi dia (pelaku-red) nuduh-nuduh saja istrinya selingkuh," ungkapnya.

Saat ditanya, apakah pelaku datang ke Indonesia secara resmi atau ilegal, ia menjawab, setelah dicek yang bersangkutan datang ke Indonesia secara resmi.

"Tetapi kalau pidana dia gak ada alasan tetep ikut ini. Tetep ngikut hukum kita, dia melanggar di sini. Apalagi dianiaya korban orang sini," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Stefanus Tamuntuan mengatakan, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Senin (27/8/2018), sekitar pukul 14.00 WIB, di Tower Nusa Indah lantai 11 BB, Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan.

"Kita sudah amankan pelaku yang merupakan WNA Mesir atas Kekerasan Dalam Rumah Tangga, pelaku ini tidak memiliki pekerjaan," kata Stefanus di Jakarta, Kamis (30/8/2018).

Pelaku ini memukuli korban berkali-kali dengan gagang sapu dan pel patah. Tak hanya itu, korban juga dipukul dengan gagang besi. [rok]

Komentar

Embed Widget
x