Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 16:21 WIB

KPAI Akui Kerap Ditolak Masuk Kalibata City

Oleh : Happy Karundeng | Rabu, 8 Agustus 2018 | 22:53 WIB

Berita Terkait

KPAI Akui Kerap Ditolak Masuk Kalibata City
Kalibata City - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Komisioner KPAI bidang Traficking dan Eksploitasi, Aimaryati Solihah mengaku terkejut dengan pengungkapan kasus prostitusi anak di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

Ia mengakui, pihaknya memang kerap mendapat informasi soal praktek ini. Tapi pihaknya sering ditolak masuk ke dalam apartemen itu. Padahal, mereka mau melakukan penelusuran atas dugaan prostitusi tersebut.

"Karena aksesnya tidak bisa semua orang. Kita aja KPAI punya ID ditanya 'maaf bu dijemput siapa?', bayangkan. Kami lakukan pengawasan di sana tanpa ada masyarakat yang lapor, kami tidak bisa masuk ke sana. Kami incharge dalam kasus ini untuk program semua apartemen di Indonesia. Mudah-mudahan terakhir," katanya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (8/8/2018).

Ia menyatakan pihaknya berterima kasih atas kesigapan Polda Metro Jaya mengungkap kasus ini. Apalagi setelah diselidiki ternyata ada 5 Tower yang dijadikan tempat prostitusi. Yang lebih memperihatinkan lagi, dari total penghuni dari 18 Tower yang ada, tidak mengetahui adanya praktek ini.

"Bayangkan dari 18 tower dengan 13 ribu unit di dalamnya yang ternyata terjadi sindikat perdagangan di dalamnya. Ini kan memprihatinkan Kalibata City," sesalnya.

Ia menyatakan memang, beberapa warga yang ditemui di TKP mengaku sering melihat di dalam lift perempuan berpenampilan agak seksi.

"Sekuriti kan bagian aparat di sana. Itu seharusnya sudah tau. Jadi konvensional tidak hanya online, tapi ada langkah konvensional, nggak mungkin bisa masuk kalau enggak ada penghuninya yang memang menjemput ke bawah dan mengantar ke kamar yang sudah disediakan," bebernya.

Untuk itu, KPAI meminta aparat penegak hukum tegas dan selalu menanggapi laporan warga terkait prostitusi di Jakarta. Sehingga human trafficking bisa dicegah sejak dini.

"Ini artinya baik kepolisian tadi, kemudian diimbangi perlindungan anaknya yang dijanjikan Dinsos DKI Jakarta untuk membuka pos perlindungan perempuan dan anak," pungkasnya. [ton]

Komentar

Embed Widget
x