Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 17 November 2018 | 14:14 WIB

Nyabu, Dua Pilot Ditangkap Ditnarkoba Polda Metro

Oleh : Happy Karundeng | Minggu, 5 Agustus 2018 | 17:27 WIB

Berita Terkait

Nyabu, Dua Pilot Ditangkap Ditnarkoba Polda Metro
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pihaknya berhasil membekuk dua oknum pilot terkait penyalahgunaan narkoba. Kedua pelaku adalah adalah GS dan BC.

GS merupakan Pilot Regent maskapai Bangladesh dan BC adalah oknum PNS KEMENHUB DITJENHUB udara di BKO pilot.

"Tersangka GS sudah menggunakan shabu sekitar 4 tahun. Kemudian untuk tersangka BC lebih kurang 10 tahun," katanya di Mapolda Metro Jaya, Minggu (5/8/2018).

Menurutnya, GS ditangkap di rumahnya di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan. Sementara, BS diciduk di kawasan Cipayung.

"Keduanya sama-sama ditangkap pada Kamis (2/8) lalu," ujarnya.

Dalam penangkapan ini, polisi menyita 0,8 gram shabu beserta id card, dua handpone, alat hisap shabu, dan 3 lembar alumunium foil. Ia menjelaskan BC berperan sebagai penguji simulator bagian penerbangan dan teori di salah satu sekolah penerbang.

"Kalau mau terbang, di maskapai ada penguji teori. Dia yang menentukan lulus tidak ya simulator," bebernya.

Meski demikian, Argo enggan membeberkan kenapa mereka bisa lolos tes urine meski sudah lama nyabu.

"Itu tak mungkin kami beri tau (caranya)," ucap Argo.

Ia juga menjelaskan, GS rupanya sudah tiga kali memberikan shabu kepada BC. Hal itu bisa atas keinginan BC atau pribadi.

"Diberikan saat dia (GS) mau mencari lisensi," bebernya.

Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan apakah para pelaku juga mengedarkan narkoba itu ke pilot lain.

"Kami masih chek ya. Kan dia sudah 4 dan 10 tahun pakai, apakah dia itu juga memberikan ke pilot lain atau tidak, masih dikembangkan penyidik. Kami menemukannya dia juga dari tersangka BC dapat dari BKO U dan tersangka 0,'' tutup Argo.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman pidana hukuman mati, penjara seumur hidup, penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun. [hpy]

Komentar

Embed Widget
x