Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 21 Mei 2018 | 00:18 WIB
 

Fahri Cabut Laporan, Sohibul Bantah Mundur

Oleh : Happy Karundeng | Selasa, 15 Mei 2018 | 10:50 WIB
Fahri Cabut Laporan, Sohibul Bantah Mundur
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kuasa Hukum Presiden PKS Sohibul Iman, Indra mengatakan meski Wakil Ketua DPR sudah mengajukan permohonan pencabutan laporannya terhadap kliennya, Sohibul tidak akan mundur dari jabatannya sebagai orang nomor satu di PKS.

"Gak ada (mundur sebagai Presiden PKS-red)," katanya di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Ia menyatakan sebelumnya tidak ada komunikasi spesifik ke persoalan ini. Untuk itu ia menganggap pencabutan laporan ini sebagai hal biasa.

"Sudah saya sampaikan kita menyikapi ini sebagai suatu hal yang biasa dan tidak ada pertemuan bicarakan konteks kasus ini. intinya biasa aja," ujarnya

Diketahui, saat melayangkan laporan ke Polda Metro Jaya pada awal Maret 2018 lalu, Fahri Hamzah menegaskan akan mencabut laporannya jika Sohibul mundur dari jabatannya.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mencabut laporannya terhadap Presiden PKS Sohibul Iman. Permohonan pencabutan laporan ini dikirim Fahri lewat surat yang diantar Kuasa Hukumnya Mujahid Latief ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, Senin (14/5/2018).

"Saya hari ini, amanahnya adalah menyampaikan surat yang surat itu isinya adalah pencabutan laporan yang telah disampaikan," kata Kuasa Hukum Fahri Hamzah, Mujahid A Latief di Mapolda Metro Jaya,

Diketahui, Fahri Hamzah melaporkan Sohibul Iman ke Polda Metro Jaya, karena menduga Sohibul telah melakukan pencemaran nama baik, karena Fahri disebut sebagai pembohong dan pembangkang di PKS. Laporan Fahri itu telah diterima dan teregistrasi dengan nomor LP/1265/III/2018/PMJ/Dit. Reskrimsus per 8 Maret 2018.

Terlapor Sohibul Iman diduga telah melakukan pelanggaran Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 45 ayat 3 UU RI Nomor 19/2016 tentang perubahan UU RI Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan atau Pasal 311 KUHP dan 310 KUHP. [rok]

Komentar

 
Embed Widget

x