Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Juli 2018 | 01:56 WIB
 

Melawan Polisi, Pelaku Curanmor di Tebet Ditembak

Oleh : Happy Karundeng | Selasa, 24 April 2018 | 11:50 WIB
Melawan Polisi, Pelaku Curanmor di Tebet Ditembak
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Polres Jakarta Selatan mengamankan seorang pencuri sepeda motor berinisial EH sekaligus menghadiahinya dengan timah panas.

"Penangkapan EH berkat hasil pengembangan kasus pencurian kendaraan bermotor sebelumnya pada 29 Maret 2018 lalu di Setiabudi, Jakarta Selatan," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar, Selasa (24/4/2018).

Ia menjelaskan, kala itu pihaknya menangkap dua pelaku pencurian kendaraan bermotor yaitu SY dan WK di Jakarta Barat dengan barang bukti berupa 18 motor hasil curian.

"Nah, kami terus cari dan kembangkan kasus ini. Hingga akhirnya, kami tangkap EH ini," bebernya.

Saat menangkap EH di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 18 April 2018 lalu, polisi terpaksa menembak bagian kaki EH karena yang bersangkutan mencoba melawan petugas. Meski EH berhasil diringkus, namun polisi masih memburu satu pelaku berinsial J.

"EH, J serta SY dan WK beraksi bersama-sama saat mencuri banyak sepeda motor di wilayah Jakarta," ujarnya.

Saat beraksi, para pelaku selalu menargetkan sepeda motor yang ada di teras rumah dan membobolnya dengan bermodalkan kunci letter T.

EH dan J diduga memiliki penadah untuk menjual motor-motor hasil curian. Untuk penadah motor-motor hasil kejahatan itu, pihak Polres Metro Jakarta Selatan mengaku masih mendalaminya.

"Satu motor dijual Rp2 juta. Nah, penerima motor itu masih kami dalami," jelasnya.

Saat beraksi, EH selalu membawa senjata api (senpi) rakitan berjenis revolver. Polisi menyita senpi tersebut ketika menangkap EH. Indra mengatakan bahwa senpi itu milik J.

"EH bilang kepada penyidik, kalau senpi itu dikasih oleh J. Kami masih kejar J hingga sekarang," terangnya.

Meski demikian, pengakuan pelaku senpi tersebut tidak pernah digunakan oleh pelaku untuk melukai seseorang.

"Tapi, kami tidak lantas percaya begitu saja. Dia menyebutkan, pihaknya akan mendalami hal itu," ujarnya.

EH akan dijerat dengan Pasal 53 jo 365 (2) ke 2e KUHP juncto Pasal 1 ayat (1) UU Darurat no 12 tahun 1951. EH terancam mendekam di penjara hingga 20 tahun penjara. [ton]

Tags

Komentar

Embed Widget

x