Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Juli 2018 | 02:10 WIB
 

Waspadai Pencurian dengan Modus Mengaku Sales

Oleh : Ahmad Farhan Farisris | Kamis, 19 April 2018 | 10:47 WIB
Waspadai Pencurian dengan Modus Mengaku Sales
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Seorang ibu inisial AG (64) menjadi korban pencurian oleh orang yang mengaku sebagai sales di rumahnya kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (18/4/2018). Akibatnya, uang puluhan juta raib dibawa kabur pelaku tersebut.

Korban AG menjelaskan kronologi bagaimana sales itu bisa masuk ke rumahnya pada sore kemarin, pelaku dua orang terdiri dari satu orang perempuan berjilbab dan seorang lagi pria berkemeja batik.

Awalnya, korban sedang sendirian di dalam rumah karena anak dan suaminya sedang bekerja. Sekitar pukul 15.00 Wib, korban AG mendengar bunyi lonceng di pagar tapi diabaikan karena anjing peliharaannya tidak menggonggong.

Beberapa saat kemudian, korban mendengar ada suara orang bercakap-cakap di halaman rumah. Karena penasaran, akhirnya korban keluar rumah untuk mengecek ada siapa di depan rumahnya.

"Ternyata, saya melihat ada dua orang terdiri dari satu perempuan (berkerudung) dan satu laki-laki (kemeja batik) sudah masuk di halaman sekitar satu meter dari pagar rumah. Mereka memperkenalkan diri sebagai sales pembersih sofa. Seingat saya, si perempuan bilang selamat siang Tan. Kita mau peragaan pembersih sofa," kata AG di Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Entah kenapa, korban tiba-tiba mempersilakan mereka masuk ke dalam rumah bahkan ruangan tamu. Padahal, selama ini korban mengaku tidak pernah mengizinkan orang tak dikenal untuk masuk rumah.

"aya pasti selalu menolak apabila ada orang asing ingin masuk rumah, bahkan saya sempat bersalaman dengan mereka," ujarnya.

Anehnya lagi, kata AG, anjingnya pun tumben tidak menggonggong ketika dua orang pelaku yang mengaku sales itu masuk ke halaman rumah. Padahal, mereka itu orang tidak dikenal tapi hewan peliharaannya yang ada di rumahnya malah diam saja.

"Kemudian saya mempersilahkan mereka duduk di ruang tamu. Setelah duduk di ruang tamu, si perempuan bilang ada aqua enggak Bu? Saya jawab enggak ada, tapi saya adanya Coca Cola," jelas dia.

Selanjutnya, korban AG mengambil minuman dari kulkas dan dituangkan ke dalam dua gelas untuk diantarkan kepada dua orang sales tersebut. Setelah itu, mereka sempat memperagakan peralatan yang dibawanya untuk dipasarkan.

"Seingat saya, mereka memperagakan peralatan mereka selama sekitar 3 sampai 4 menit. Mereka menjelaskan panjang lebar soal peralatan mereka itu. Akhirnya, saya bilang enggak berminat ah. Karena saya biasanya bersihin sofa dengan cara dikebas saja. Si sales enggak nawar lagi. Dia langsung bilang oh ya sudah, terima kasih Tante. Kita pamit dulu," katanya.

Kemudian, korban mengantarkan pelaku sampai keluar pintu gerbang. Nah, disitu korban baru sadar kalau uangnya hilang sekitar satu jam setelah dua orang sales itu pulang. Saat itu, tas yang berisi uang koperasi berada di balik bantal di sofa ruang tamu.

"Artinya, pas sales itu datang tas tersebut sudah berada di sana. Saya sendiri lupa bahwa tas itu saya taruh sementara disitu, karena siang harinya ada anggota koperasi yang meminjam uang sehingga tas saya taruh di ruang tamu," katanya.

Kemudian, korban AG coba memeriksa uang di dalam tas tersebut. Ternyata, hanya tersisa satu bundel uang yang nilainya Rp 19,5 juta sedangkan satu bundel uang senilai Rp 20 juta sudah tidak ada.

"Disitu lutut saya langsung lemes. Setelah itu, saya juga sempat menemukan uang Rp 100.000 di kolong sofa tempat si sales perempuan duduk," katanya.

Diduga, sales mengambil uang di dalam tas ketika korban mengambil minum. Karena, tas yang berada di sofa itu terbuka banget sehingga ketika orang melihat ke dalam langsung mengetahui isinya. Padahal, korban butuh waktu sekitar 3 menit untuk mengambilkan pelaku minum.

"Saya langsung berpikir, oh pantas pas saya datang membawa minuman, si sales perempuan langsung menggeser posisi duduknya menjauh dari tas. Pantas juga, tangan si sales perempuan diletakkan di atas bantal selama kita mengobrol, seperti ingin menutupi tas yang ada dibaliknya," katanya lagi.

Setelah kejadian itu, korban langsung menghubungi keponakan dan anak-anaknya. Kemudian, korban sempat melaporkan peristiwa ini ke Polsek Pasar Rebo pada malam harinya dan kepolisian pun sudah mendatangi lokasi kejadian (TKP) untuk bertanya-tanya tentang insiden tersebut. [rok]

Tags

Komentar

Embed Widget

x