Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Juli 2018 | 12:41 WIB
 

PWNU Sarankan Ada Aturan Ketat Penjualan Minol

Oleh : Fadhly Zikry | Minggu, 15 April 2018 | 09:30 WIB
PWNU Sarankan Ada Aturan Ketat Penjualan Minol
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Korban tewas minuman keras (miras) oplosan terus bertambah. Data dari Polri, sebanyak 89 orang tewas akibat menenggak miras oplosan.

Di DPR, Rancangan Undang-Undang (RUU) minuman beralkohol (minol) telah bergulir dari tahun 2015 lalu. Saat ini masih menjadi pembahasan yang cukup panjang dan alot. Salah satunya dalam penentuan judul yang mempunyai dua alternatif, yang pertama, RUU Larangan Minuman Beralkohol dan yang kedua, RUU Minuman Beralkohol.

Wakil Ketua Lakpesdam PWNU DKI Jakarta, Luthfi Syarqowi menyarankan pemerintah membuat aturan-aturan yang ketat terkait penjualan dan penyalahgunaan minuman beralkohol.

"Pengendalian terhadap penyalahgunaan minol itu bisa melalui edukasi dini untuk anak muda dan remaja," kata Luthfi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/4/2018).

Luthfi menambahkan, jika terbentuk undang-undang yang melarang adanya minuman beralkohol yang tersaftar di pemerintah, maka, dikhawatirkan terjadi konflik antar agama dan budaya.

"Minuman alkohol tidak mungkin di larang untuk di Indonesia, karena sudah menjadi bagian atau tradisi untuk umat dan budaya yang lainnya," ujarnya.

Sementara itu jika ditinjau dari aspek pendapatan negara dari cukai MMEA (Minuman Mengandung Etil Alkohol), hingga saat ini masih menyumbang pemasukan untuk negara yang cukup besar.

"Sumber pendapatan negara dari minuman alkohol sudah sangat besar, peredarannya pun dibatasi," kata Tedi Himawan, Kasubdit Perizinan dan Fasilitas Cukai, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan saat diskusi yang digelar oleh Lakpesdam PWNU DKI Jakarta, bertema 'Membedah RUU Minuman Alkohol, Kajian Pariwisata, Pajak, dan Pendapatan Negara' di Kantor PWNU DKI Jakarta, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, kata Tedi, data pengusaha Minuman Beralkohol pabrik MMEA sebanyak 87 perusahaan, sedangkan importer MMEA sebanyak 16 perusahaan, penyalur MMEA sebanyak 865 perusahaan dan TPE MMEA sebanyak 3.659, perusahaan penjual minuman beralkohol.

"Dari beberapa perusahaan, baik itu pabrik sampe TPE MMEA harus memiliki perizinan yang sah. Sudah banyak sekali regulasi yang di dapat, kecuali minuman alkohol oplosan yang sangat tidak ada regulasi, serta sangat merajalela," tandasnya.

Tags

Komentar

Embed Widget

x