Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 21 Mei 2018 | 00:33 WIB
 

Pembangunan Waduk Rorotan Cakung Mangkrak

Oleh : Ajat M Fajar | Selasa, 3 April 2018 | 13:51 WIB
Pembangunan Waduk Rorotan Cakung Mangkrak
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Mangkraknya pembangunan Waduk Rorotan Cakung, Jakarta Timur, menjadi sorotan DPRD DKI karena sarana tersebut sangat penting dalam pengendalian banjir ibukota.

Pasalnya hampir tiga tahun pembangunan waduk tersebut terbengkalai. Menurut Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI, William Yani tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan pembangunan waduk tersebut.

Setelah Mahkamah Agung (MA) menguatkan putusan bahwa lahan seluas 25 heltare yang digunakan untuk membangun Waduk Rorotan Cakung adalah milik Pemprov DKI.

"Sebelumnya memang Komisi A merekomendasikan untuk menghentikan sementara pembangunan. Setelah adanya warga yang mengklaim atas lahan itu. Tapi setelah adanya putusan MA seharusnya pembangunan waduk bisa dilanjutkan," kata pria yang akrab disapa Willi ini, Selasa (3/4/2018).

Politisi PDI Perjuangan ini mengaku heran dengan lambannya Pemprov DKI untuk menuntaskan pembangunan sarana itu. Padahal keberadaan Waduk Rorotan Cakung sangat dinanti warga yang sudah bosan kebanjiran.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI, Teguh Hendarwan mengakui bahwa pembangunan Waduk Rorotan Cakung baru mencapai 85 persen.

Ia menjelaskan, lahan yang digunakan untuk pembangunan waduk merupakan kewajiban pengembang. Yakni PGC dan Mitra Sindo. Namun dari total kewajiban 25 hektare baru terpenuhi seluas 20 hektare. "Sisanya masih dalam proses," ucap Teguh.

Lebih lanjut Teguh menambahkan, saat ini pihaknya belum dapat melanjutkan pembangunan waduk tersebut lantaran masih menunggu penyelesaian administrasi Badan Aset DKI.

Setelah sebelumnya ada warga atas nama Sutiman menggugat tanah itu. Tidak hanya itu, belum dilanjutkannya pembangunanan dikatakan Teguh juga lantaran di atas lahan masih terpasang plang milik Polda Metro Jaya yang bertulisan Dalam Pengawasan. "Kami saat ini menunggu penyelesaian administrasi atas tanah itu," tandasnya.

Adapun Teguh mengungkapkan, pembangunan Waduk Rorotan Cakung ini bertujuan untuk mengurangi banjir di tiga wilayah. Yakni wilayah Cakung, Cilincing, Rorotan. "Waduk tersebut cukup besar untuk menampung air dengan kedalaman 8 meter," kata Teguh.

Secara terpisah, Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan, Naufal Firman Yusak, berjanji akan menindaklanjuti laporan mangkraknya pembangunan Waduk Rorotan Cakung ini. "Segera saya lapor ke Gubernur. Karena penanganan banjir ini menjadi salah satu prioritas kami," ucapnya.

Sebelumnya, pembangunan Waduk Rorotan Cakung terbengkalai hampir sekitr 3 tahun. Waduk yang telah hampir selesai dan menelan biaya puluhan mlilyar dana pengembang terhenti. Akibat adanya klaim dari beberapa pihak yang merasa memiliki hak atas lahan milik Pemprov DKI tersebut.

Kepemilikan lahan itu tertulis di Badan Pengelola Keuangan Pemda DKI tertanggal 9 Januari 2012 yang menyatakan bahwa Rawa yang terletak di Jalan Kayu Tinggi/Tambun Rengas yang dikenal dengan Rawarorotan, Kelurahan Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Kota Administrasi Jakarta Timur seluas 25 Ha merupakan aset Pemda DKI Jakarta dan dicatat dengan Nomor Inventaris 11.05.11.00.00.00.000.1996 - 01.07.02.01.00011.

Surat pernyataan Pemda DKI dikuatkan Putusan Mahkamah Agung Perkara No. 1158/ K/Pdt/2017 tertanggal 17 Juli 2017 antara Sutiman Bin Ayub melawan Gubernur Kepala Daerah DKI. Dalam Putusan tersebut Majelis Hakim menolak permohonan Kasasi Sutiman Cs.

Revitalisasi areal rawa seluas 25 ha menjadi waduk tersebut merupakan realisasi dari SIPPT no 075/ 5.7/ 31/ - 1.711.534/ 2016 tertanggal 18 November 2016 yang disahkan Badan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta kepada PT Mitra Sindo Makmur sebagai pengembang Perumahan Jakarta Garden City.[jat]

Komentar

 
Embed Widget

x