Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 11 Desember 2018 | 03:47 WIB

Setop Narkoba, Polisi Akan Jemput Bola

Oleh : Happy Karundeng | Selasa, 6 Maret 2018 | 01:15 WIB

Berita Terkait

Setop Narkoba, Polisi Akan Jemput Bola
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan mengatakan untuk mencegah masuknya narkoba dari luar negeri, pihaknya tidak akan tinggal diam.

Contohnya terkait pengungkapan sabu 1,622 ton dari Taiwan yang diangkut kapal ikan berbendera Singapura di perairan Kepulauan Riau. Suwondo mengaku sengaja turun ke perbatasan karena tahu barang haram itu ditujukan untuk warga Jakarta dan sekitarnya.

"Selaku Dirnarkoba Polda Metro, saya bertanggung jawab untuk menjaga masyarakat wilayah Jakarta terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba. Contohnya soal sabu 1,6 ton sabu. Saya tahu bahwa atau informasi yang masuk ke saya bahwa barang yang jumlahnya 1,622 ton sabu ini ditujukan untuk masyarakat Jakarta. Saya tidak mau tunggu itu di Jakarta. Saya jemput bola. Dari mulai luar Jakarta, ujung Jawa, terakhir di Kepri," katanya kepada INILAHCOM, Senin (5/3/2018).

Ia mengaku tidak betah menunggu jika penegakan hukum bisa secepatnya dilakukan. Bahkan jika memang dia punya wewenang untuk lakukan penindakan di Negara tempat barang haram itu datang, ia akan langsung bertindak di negara itu.

"Kita tahu itu ditujukan untuk masyarakat Jakarta. Jadi saya pikir kalau saya bisa hentikan di jalan, di laut, kenapa harus ditunggu barang itu? Andaikan saya bisa lakukan penegakkan hukum di negara asalnya, di negara asalnya saya lakukan penegakkan hukum. Itu yang membuat saya berangkat ke Kepri atau wilayah lain," tegasnya.

Perwira berpangkat tiga melati ini menegaskan, ia tidak akan berhenti untuk mengejar bandar narkoba dan mencegah barang-barang haram itu masuk ke Jakarta dan Indonesia umumnya.

"Saya tidak akan berhenti untuk ke tempat lain selama saya tahu data dan info yang saya dapat memang itu untuk masyarakat Jakarta. Karena saya tahu konsumen terbesar di Jakarta sekitarnya, meskipun mapping kita memang seluruh Indonesia," jelasnya.

Ia menambahkan, untuk menjakankan tanggungjawab ini Keluarga sudah mengerti bahwa itu adalah sebuah tugas mulia. Ia berharap langkah dia ini bisa memutus rantai suplai narkoba untuk keturunan selanjutnya.

"Keluarga, mereka sudah menyetujui, paham bahwa saya adalah seorang perwira polisi yang punya tanggung jawab itu. Selama komunikasi terbangun saya lakukan hanya doa agar anak keturunan saya tidak ada yang kena narkoba. Kalau bisa masyarakat Indonesia gaada lagi yang pake narkoba. Itu saja, saya tidak berharap apa-apa," tandasnya. [ton]

Komentar

x