Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 21:26 WIB

Perampokan Ongky Berawal dari Grup Gay

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 23 Februari 2018 | 13:31 WIB

Berita Terkait

Perampokan Ongky Berawal dari Grup Gay
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan perampokan terhadap pria bernama Ongky berawal dari sebuah group Facebook bernama "Gay Jakarta Selatan" pada 20 Februari 2018.

"Saat itu korban update status dengan kata-kata, 'butuh duit nih, siapa yang bisa bantu Jaksel only', dan saat itu pelaku tersangka Pambudi yang tergabung dalam group tersebut membaca status korban dan langsung minta nomor WhatsApp milik korban," katanya di Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Selanjutnya pelaku Pambudi ini melakukan percakapan dengan korban, dan menanyakan butuh dana berapa dan alamat korban di mana, dilanjutkan dengan janjian untuk bertemu. Setelah sepakat, tersangka Pambudi memesan ojek online untuk menjemput korban.

"Pada saat menunggu kedatangan korban, ketiga orang tersangka membeli sebuah minuman anggur," terangnya.

Saat korban tiba di daerah Lenteng Agung, Jakarta Selatan, korban langsung dibawa oleh mobil Calya warna silver milik pelaku untuk selanjutnya diajak berkeliling ke daerah Mampang dan diinterogasi. Di dalam mobil itu korban diiming-imingi akan bertemu dengan seorang bule yang akan memberikan uang senilai Rp5 juta dengan syarat harus bisa mabuk.

"Kemudian korban dicekoki oleh minuman anggur yang dibawa oleh pelaku," kata Mardiaz.

Namun, lanjut Mardiaz, karena saat itu dianggap belum mabuk, lalu pelaku membeli obat anti mabuk sebanyak 10 butir di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Kemudian pelaku memberikan tujuh butir obat anti mabuk itu kepada korban.

Saat sampai di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, korban sudah mulai mabuk dan sempat muntah. Kemudian perjalanan berlanjut ke area TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, namun tersangka tidak memberhentikan mobilnya.

Di dalam mobil itu, pelaku Pambudi mencoba menyetubuhi korban, tapi karena alat vitalnya tidak bisa bangun, akhirnya yang bersangkutan jengkel, lalu mengikat tangan korban dengan lakban dan membuang korban di Jalan Kemang Timur V.

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan pihaknya telah berhasil meringkus tiga pelaku yang telah membuang korban bernama Ongky Muhammad (20) dalam keadaan terikat dan telanjang bulat di Jalan Kemang Timur V, Mampang Jakarta Selatan pada Rabu (21/2/2018) dini hari.

"Ketiga pria yang ditangkap yaitu Raden Pambudi (32), Raden Satria (22) dan Rizal (17)," katanya di Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Sebelumnya perampokan menimpa pria bernama Ongky. Ongky ditemukan dalam kondisi tangan dan kaki terikat serta tanpa busana di Jalan Kemang V, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu 21 Februari dini hari. [rok]

Komentar

Embed Widget
x