Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 24 September 2018 | 14:54 WIB

YLKI Desak Pemerintah untuk Bentuk Tim Independen

Oleh : Agus Iriawan | Selasa, 20 Februari 2018 | 15:51 WIB

Berita Terkait

YLKI Desak Pemerintah untuk Bentuk Tim Independen
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, mengatakan percepatan pembangunan proyek infrastruktur tampaknya dikerjakan seperti sopir angkot mengejar setoran.

"Yang penting pekerjaan selesai, tanpa mengutamakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpangnya. Terakhir, tadi pagi jam empat pagi penyangga tol Becakayu roboh, dengan menelan beberapa korban (masih kritis)," kata Tulus dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/2/2018).

Tulus mengungkapkan, kecelakaan konstruksi terhadap proyek infrastruktur yang terjadi secara beruntun, dengan puluhan korban melayang, membuktikan hal itu. Kecelakaan konstruksi sebagian terbukti karena kegagalan konstruksi (construction failure).

"Ini membuktikan proyek konstruksi tersebut tidak direncanakan dengan matang dan atau pengawasan yang ketat dan konsisten," ujarnya.

Atas kejadian itu YLKI mengritik keras, dan mendesak pemerintah untuk membentuk tim investigasi independen dengan tugas utama melakukan _engineeting forensic_ untukmenyimpulkan apakah yg terjadi merupakan kegagalan dalam perencanaan konstruksi, kegagalan dalam pelaksanaan konstruksi, atau kegagalan dlm pengawasan konstruksi.

Tim investigasi dimaksud sangat urgen khusus untuk mengaudit ulang terhadap proyek infrastruktur yang sedang berjalan. Jangan sampai proyek infrastruktur tersebut mengalami kegagalan konstruksi berulang saat digunakan konsumen. Kita bisa bayangkan, korban masal akan terjadi jika kecelakaan konstruksi tersebut terjadi saat digunakan konsumen.

Akibat kecelakaan kerja tersebut 7 (tujuh) orang korban pekerja dari PT. Waskita Karya dengan rincian ; 6 (enam) orang dirawat di RS UKI Cawang atas nama nama Jhoni Arisman. Rusman. Supri. Irfan. Sarmin. Dan Agus dan 1 (satu) orang dirawat di RS Polri atas nama Waldi

Selain itu, seluruh pekerja yang menjadi korban merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan dan tercatat di kantor BPJS Ketenagakerjaan Rawamangum Jakarta Timur. [rok]

Komentar

Embed Widget
x