Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Juni 2018 | 20:07 WIB
 

Polisi Ungkap Korupsi Pengadaan SD-SMP di Jaksel

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 9 Februari 2018 | 11:25 WIB
Polisi Ungkap Korupsi Pengadaan SD-SMP di Jaksel
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan pihaknya berhasil mengungkap perkara dugaan Korupsi pengadaan perlengkapan modernisasi arsip SDN Kecamatan Kebayoran Baru dan Kecamatan Kebayoran Lama, serta SMPN Jakarta Selatan (Jaksel) di Suku Dinas (Sudin) Pendidikan Dasar Kota Jaksel Tahun Anggaran 2014.

"Dari pengungkapan tersebut, kami menetapkan TS alias Togu yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Suku Dinas (Sudin) Pendidikan Dasar Kota Jaksel sebagai tersangka," katanya lewat keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (9/2/2018)

Dasar polisi melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus Tipikor tersebut yaitu laporan polisi nomor LP/986/K/VI/ 2016/PMJ/Restro Jaksel tertanggal 22 Juni 2016 dan LP/987/K/VI/2016/PMJ /Restro Jaksel Tertanggal 22 Juni 2016.

Korupsi ini dimulai ketika akan ada lelang kegiatan pengadaan tersebut. Perusahaan pemenang lelang CV Marcyan Mora Mandiri dengan direktur Suhartono Simamora, dan PT Erica Cahaya Berlian dengan Direktur Kamjudin, didatangi oleh orang suruhan Ahmadin untuk diikutkan lelang kegiatan pengadaan tersebut.

"Ahmadin menjanjikan akan memberikan fee, jika perusahaan Suhartono Simamora dan Kamjudin dinyatakan sebagai pemenang lelang," jelasnya.

Karena perusahaan Suhartono Simamora dan Kamjudin tidak mempunyai kemampuan administrasi, tehnis dan financial untuk melakukannya. Kemudian Suhartono Simamora dan Kamjudin menyerahkan semua dokumen perusahaan yang akan digunakan untuk mengikuti kegiatan lelang kepada Ahmadin serta menyerahkan seluruh pekerjaan pengadaan tersebut.

"Setelah mengikuti semua proses lelang kemudian perusahaan Suhartono Simamora dan Kamjudin dinyatakan sebagai pemenang lelang dan Ahmadin yang melaksanakan seluruh pekerjaan pengadaan tersebut," ujarnya.

Selanjutnya, pada Desember 2014 ditandatangani surat kontrak kegiatan pengadaan antara Suhartono Simamora dgn Togu Siagian selaku PPK untuk kegiatan modernisasi arsip SDN Kecamatan Kebayoran Baru dan Kecamatan Kebayoran Lama. Sedangkan, penandatangan antara Kamjudin dan Togu siagian dilakukan untuk kegiatan modernisasi arsip SMPN Jakarta Selatan.

"PPK ini tidak kenal dengan Suhartono Simamora dan Kamjudin, akan tetapi kenal dengan Ahmadin sebagai orang yang akan melaksanakan pekerjaan pengadaan tersebut," terangnya.

Kemudian PPK ini tidak pernah melakukan pengawasan pekerjaan di lapangan tentang siapa yang melaksanakan pekerjaan pengadaan tersebut, yang PPK ketahui bahwa yang melaksanakan pekerjaan tersebut adalah Ahmadin.

Sebelum lelang dilaksanakan Togu selaku PPK dalam menetapkan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dengan cara mengambil pembanding harga pasar dari 3 distributor tanpa dilakukan survei terlebih dulu.

"Dalam hal ini PPK tidak dapat menunjukkan dokumen pembanding dari 3 distributor tersebut sehingga dalam pengadaan tersebut terjadi penggelembungan harga, dengan hasil audit dari BPKP terdapat kerugian keuangan negara sebesar Rp.1,69 miliar untuk kegiatan pengadaan modernisasi arsip SDN Kecamatan Kebayoran Baru dan Kecamatan Kebayoran Lama," tutur Mardiaz.

Sementara untuk pengadaan SMPN Jaksel berdasarkan hasil audit BPKP terdapat kerugian negara sebesar Rp1,2 miliar.

Barang bukti yang disita, lanjuta Mardiaz, yaitu surat perjanjian kontrak kegiatan pengadaan yang ditandatangani oleh Suhartono Simamora, Kamjudin dengan Togu Siagian pada Desember 2014 dan dokumen-dokumen.

"Kalau berkas perkaranya dikirim ke JPU Jakarta Selatan dan Berkas Perkara telah dinyatakan Lengkap (P21) pada 7 februari 2018," tambahnya.

Dalam kasus ini, Togu aman dijerat Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) huruf b UURI No.31 thn 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebgaimana diubah dgn UURI No.20/2001 tentang perubahan atas UURI No. 31 thn 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

"Selanjutnya kami akan mengirim tersangka Togu dan barang bukti ke JPU Kejari Jaksel," katanya. [rok]

Tags

Komentar

 
x