Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 22 Februari 2018 | 09:45 WIB
 

Tak Ada Bukti Narkoba, Big Bos SnowBay Dibebaskan

Oleh : - | Selasa, 6 Februari 2018 | 14:30 WIB
Tak Ada Bukti Narkoba, Big Bos SnowBay Dibebaskan
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Prabowo Argo Yuwono - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Polda Metro Jaya membebaskan Presiden Direktur SnowBay Waterpark, Kim Daejin, dan lima warga Korea Selatan, terkait kasus narkoba.

Menurut Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Suwondo Nainggolan, mereka dibebaskan lantaran tidak adanya barang bukti. "Ini kasus barang buktinya enggak ada," katanya.

Baik Suwondo maupun Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Prabowo Argo Yuwono telah membantah Kim Daejin dan lima warga Korsel dibebaskan setelah membayar tebusan Rp1,6 miliar. Suwondo meyakinkan penyelidikan terhadap Kim dan lima warga Korsel itu dilakukan secara profesional.

Beberapa media nasional kemarin (5/2/2018) memberitakan pesta narkoba yang dilakukan enam warga Korea Selatan itu pada 5 Desember 2017 di Diskotek Golden Crown, Jakarta Barat.
Atas informasi masyarakat, polisi menangkap mereka. Kim Daejin, sekretaris perusahaan, dan empat tamu dari Korsel itu didapati di sebuah kamar VIP di Diskotek Golden Crown.

Keenam orang itu sempat ditahan selama lima hari di Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya sebelum dibebaskan kembali pada 11 Desember 2017. Sebelumnya polisi mengaku kesulitan mengorek informasi dari mereka karena tak bisa berbahasa Indonesia.

Polisi kemudian memeriksa mereka dengan mendatangkan penerjemah dan perwakilan dari Kedubes Korea Selatan di Indonesia. "Dari hasil pemeriksaan lokasi dan tes urine, enam orang warga asing itu dibebaskan kembali karena memang tak menggunakan narkoba," tegas Argo (2/2/2018).

Diberitakan, Kim Daejin menjamu para tamunya di Golden Crown sejak 5 Desember 2017. Pada 7 Desember 2017, mereka ditangkap beserta dengan barang bukti narkoba. "Saya tidak tahu asalnya darimana, tapi sudah tersedia," kata sumber yang tak bersedia disebutkan namanya di dalam PT Arum Investment Indonesia, perusahaan pengelola SnowBay.

Setelah dibebaskan, sebagian memutuskan langsung terbang kembali ke Korea Selatan pada 11 Desember 2017 malam. Sumber mengakui dugaan suap itu berdasarkan catatan keuangan berupa overbooking sejumlah dana ke rekening perusahaan, lalu pencairan kembali pada malam yang sama dengan pembebasan.

"Ya saya tahu ada serahterima uang, karena kami dibebaskan setelah ada dua staf SnowBay datang ke kantor polisi dan melapor kepada Kim Daejin bahwa uang telah diserahkan," tambahnya. []

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x