Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 22 Februari 2018 | 09:35 WIB
 

Langgar Marka di Thamrin, Motor Didenda Rp500 Ribu

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 26 Januari 2018 | 14:04 WIB
Langgar Marka di Thamrin, Motor Didenda Rp500 Ribu
Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ditlantas Polda Metro Jaya memberlakukan aturan baru khusus pengendara roda dua yang akan melintas di Jalan Thamrin-Bundaran Hotel Indonesian (HI)-Patung Kuda-Jalan Medan Merdeka Barat dimana motor diharuskan melintas pada marka khusus jalan sepeda motor.

Pemberlakuan aturan baru tersebut pasca putusan MA No 57.P / HUM / 2017 tentang pembatalan Pasal yang ada dalam Pergub No 195 tahun 2014 Pasal 1 ayat 1 & 2 juncto pasal 3 ayat 1 dan 2 Pergub No 141 tahun 2015 tentang pelarangan sepeda motor pada ruas Jalan Thamrin - Segmen Bundaran HI - Patung Kuda dan Patung Kuda Merdeka barat.

"Dengan pembatalan pasal tersebut berarti sepeda motor diperbolehkan kembali melintasi jalan tersebut yang secara otomatis akan mengakibatkan terjadinya peningkatan volume arus lalu lintas dan permasalahan lalu lintas lainnya," kata Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, Jumat (26/1/2018).

Ia menjelaskan, agar kinerja lalu lintas tetap maksimal perlu adanya pengaturan kendaraan khusus sepeda motor yang populasinya lebih banyak dibanding kendaraan roda empat atau lebih. Saat ini telah dibuat kanalisasi dengan membuat marka jalur khusus motor.

Sosialisasi juga telah dilakukan dengan memasang beberapa spanduk disepanjang jalan Thamrin diantaranya di JPO Indosat, JPO Sari Pan Pasific, JPO Sarinah, JPO Bank Indonesia dan beberapa titik lainnya.

"Bagi sepeda motor yang tidak masuk dalam jalur tersebut merupakan perbuatan melanggar hukum," kata Budiyanto.

Adapun para pelanggar akan dikenakan pasal sesuai diatur dalam Undang-Undang No 22 tahun 2009 tentang LLAJ (lalu lintas dan angkutan jalan), pasal 287 ayat 1 juncto pasal 106 ayat 4 huruf b dipidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500.000.[jat]

Komentar

 
Embed Widget

x