Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 11:38 WIB

Anggaran Gedung Promoter Polda Metro Capai Rp498 M

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 19 Januari 2018 | 14:41 WIB
Anggaran Gedung Promoter Polda Metro Capai Rp498 M
(Foto: Inilahcom/Happy Karundeng)

INILAHCOM, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis mengatakan anggaran pembangunan Gedung Promoter Polda Metro Jaya mencapai ratusan miliar. Ia mengaku gedung ini berdiri karena banyak pihak yang memberikan kontribusi.

"Anggaran pembangunan gedung ini mencapai Rp498 miliar. Gedung akan menjadi tambahan motivasi di jajaran Polda Metro Jaya di dalam melaksanakan dan mengemban tugas negara dan bangsa. Banyak pihak yang memberikan kontribusi. Terima kasih Kapolri, mantan kapolda, wakapolda. Karena 7 kapolri baru gedung ini bisa selesai, dimulai dari masa kepemimpinan Jendral Dai Bahtiar," ungkapnya.

Ia menjelaskan, gedung ini dibangun di era Irjen Pol Firman Gani masih menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya pada tahun 2004.

"Pembangunan gedung promoter diprakarsai almarhum Firman Gani. Saya sebagai kasatkum, dan kapolri (Tito Karnavian) kepala densus 88. Pelaksanaan pembangunan 3 Desember 2004, dan baru Januari 2018 selesai," jelasnya.

Diketahui, pembangunan gedung 23 lantai itu dimulai pada tahun 2004. Dimana gedung ini awalnya direncanakan sebagai Gedung Densus 88 Antiteror.

Saat itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani yang kini sudah wafat mengatakan, Polri akan menganggarkan biaya sebesar Rp660,1 miliar untuk pembangunan gedung itu di atas lahan seluas 14.500 meter.

Hingga pembangunan dilaksanakan, biaya yang digunakan belum tercatat dalam APBN. Sontak, seluruh media massa menjadikan pembangunan gedung tersebut sebagai topik pemberitaan hingga di penghujung 2004.

Tetapi Firman Gani tetap melaksanakan pembangunan, dengan alasan sambil menunggu anggaran dari APBN. Pernyataan itu menuai kritik pedas berbagai pihak.

Firman Gani semakin tersudut dengan pertanyaan wartawan, terkait penolakan mendadak Kapolri Jenderal Dai Bachtiar untuk hadir saat menggelar syukuran peletakan batu pertama.

Pergantian Kapolri dari Jenderal Dai Bachtiar kepada Jenderal Sutanto tidak memberikan dampak terhadap kelanjutan pembangunan. Justru, proses pembangunan yang direncanakan selesai selama 18 bulan, semakin tidak jelas.

Akhirnya, selama Jenderal Sutanto menduduki posisi nomor satu di Polri, pembangunan tak lagi berjalan dan akhirnya mangkrak hingga 14 tahun lamanya.

Hingga akhirnya, memasuki awal 2018 atau setelah 14 tahun pembangunan dimulai, Polri berkemas melakukan persiapan peresmian gedung dengan nama Gedung Promoter.[jat]

Komentar

Embed Widget

x