Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 19 Oktober 2018 | 16:00 WIB

Pemprov DKI Siapkan Program ORI Atasi Difteri

Sabtu, 9 Desember 2017 | 19:40 WIB

Berita Terkait

Pemprov DKI Siapkan Program ORI Atasi Difteri
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - (Foto: inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta mempersiapkan sejumlah langkah untuk menekan penyebaran penyakit difteri. Di Jakarta, kasus penyakit difteri ini semakin meningkat setiap tahunnya. Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta telah melaksanakan program Outbreak Response Immunization (ORI) penyakit difteri secara serentak di sejumlah wilayah.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, penderita penyakit difteri di Jakarta meningkat tiap tahunnya. Pada 2016 terdapat 17 kasus dengan 1 kematian, sedangkan tahun 2017 meningkat menjadi sebanyak 25 kasus dengan 2 kematian. "Dalam empat tahun terakhir, 2017 jumlahnya paling tinggi," ujarnya, Jumat (8/12/2017).

Dinas Kesehatan, lanjut Gubernur Anies, melalui Puskesmas dan Sudinkes wilayah setempat sudah melakukan penyelidikan epidemologi dan memberikan obat profilaksis untuk semua orang yang memiliki kontak dengan penderita.

Selain itu, juga telah dilaksanakan program ORI difteri di Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Teknisnya, ORI dilakukan sebanyak 3 putaran dengan sasaran anak usia satu hingga 19 tahun dengan interval nol, satu, dan 6 bulan.

Penyuntikan ORI dimulai serentak di Jakarta Barat dan Jakarta Utara mulai minggu kedua bulan Desember 2017 untuk putaran pertama. Lalu bulan minggu kedua bulan Januari tahun 2018 untuk putaran kedua dan bulan Juni minggu kedua tahun 2018 untuk putaran ketiga.

Program ORI dilakukan dengan kerjasama lintas sektor melibatkan Diskominfomas, Dinas Sosial, Dinas PPAPP, Dinas Pendidikan, Biro Tata Pemerintahan , Biro Kesejahteraan Sosial, Para Walikota, Camat dan Lurah, Tokoh lintas Agama serta RT, RW, Tim PKK dan Kader kesehatan yang ada di wilayah. "Pelaksanaan ORI ini juga membutuhkan peran aktif dari masyarakat untuk membantu memberikan perlindungan dan memutus rantai penularan dari penyakit difteri," pintanya.

Seperti diketahui, penyakit difteri adalah penyakit infeksi yang sangat menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diphteriae. Penyakit ini memiliki masa inkubasi 2-5 hari dan akan menular selama 2-4 minggu, memiliki gejala antara lain demam , batuk, sulit menelan, selaput putih abu-abu (pseudomembran), pembengkakan pada leher, sulit bernafas.

Penyakit ini sangat menular dan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani secara cepat. Namun penyakit ini dapat dicegah dengan imunisasi rutin yang lengkap (imunisasi dasar pada usia 2 bulan, 4 bulan dan 6 bulan, 18-24 bulan dan usia sekolah dasar). [*]

Komentar

Embed Widget
x