Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 21 Februari 2018 | 22:32 WIB
 

Rohana Sempat Pindahkan Bungkusan Berisi Mayat

Oleh : Fadhly Zikry | Rabu, 15 November 2017 | 20:37 WIB
Rohana Sempat Pindahkan Bungkusan Berisi Mayat
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Rohana (40) menjadi salah satu saksi penemuan mayat Imam Maulana di Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Rohana mengaku sudah melihat bungkusan berisi mayat tersebut sejak Senin (13/11).

Namun dia tidak menyangka jika bungkusan tersebut berisi sesosok mayat. Rohana pun menceritakan awal mula dia melihat bungkusan tersebut.

Pada Senin (13/11) pagi pukul 06.00 WIB, suami Rohana, Joni hendak membuka lapak dagangannya disekitar pohon besar di dekat toilet terminal Kampumg Rambutan tersebut. Saat akan membuka lapak kaki limanya, dia melihat Badrun, pelaku pembunuhan Imam yang sedang meletakkan sebuah bungkusan yang terbungkus rapi.

"Bojo (suami) saya negor orang itu, jangan naroh barang disini, ini tempat saya dagang," kata Rohana bercerita kepada INILAHCOM di terminal Kampung Melayu, Rabu (15/11/2017).

Kepada Joni suami Rohana, Badrun mengaku hanya meninggalkan bungkusan tersebut sebentar dan akan segera kembali. "Tapi sampai sore dia tidak balik-balik," ujar Rohana.

Karena menghalangi lapak dagangann kopinya, Rohana pun sempat menggeser bungkusan yang ternyata berisi mayat tersebut ke bawah pohon.

"Saya geser karena menghalangi dagangan saya, ya ampun kok berat kali ya bungkusannya isi ne opo (isi nya apa) sih," ucap Rohana heran.

Dia pun merasakan bahwa ada yang janggal dengan bungkusan tersebut. "Kayaknya saat saya geser bokong nya saya pegang-pegang, ini kok lembek apa ya," ujarnya.

Namun Rohana tetap belum menyadari jika bungkusan tersebut ternyata berisi mayat. "Dibungkus rapi mas, ada tujuh lapis kayaknya," kata Rohana yang sudah berdagang selama 24 tahun di terminal Kampung Rambutan.

Keesokan harinya pada Selasa (14/11) Rohana mengaku tidak membuka lapak dagangannya karena harus menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.

Rohana terkejut, ketika dipanggil suaminya untuk menjadi saksi di kantor Polisi. "Suami saya pulang kerumah, manggil-manggil, bu kamu harus kekantor polisi sekarang," kata Rohana bercerita.

Rohana pun mengaku terkejut, terkait masalah apa dirinya dipanggil polisi. "Astaghfirullah, ada apa pak, itu yang kemaren kamu geser itu isinya mayat," kata Rohana menceritakan percakapan dirinya dengan Joni.

Rohana pun hampir tidak percaya jika sudah berdagang disamping mayat seharian pada Senin (13/11) kemarin. Saat bercerita dengan INILAHCOM pun, Rohana masih terlihat sedikit syok.

Akhirnya, Rohana pun menyambangi kantor polisi bersama suaminya dan teman berdagangnya Nani hingga Rabu (15/11) pukul 02.00 hari untuk bersaksi. Dikantor polisi dia ditanya sejumlah hal terkait penemuan mayat.

Adapun awal mula mayat tersebut diketahui pedagang sekitar pukul 15.00 WIB, Selasa (14/11) kemarin. Saat itu sedang turun hujan gerimis.

"Lama-lama kok ada laler (lalat), terus ada bau," sahut pedagang nasi di terminal Kampung Rambutan yang enggan menyebutkan namanya.

"Mungkin karena air rembes, jadi darahnya ngalir kan, makanya dilalerin," sahut pedagang lainnya.

Setelah dilihat oleh sesama rekan pedagang, akhirnya hal itu dilaporkan kepada petugas Dinas Perhubungan terminal Kampung Rambutan Yos Sudarsa. Dan akhirnya melaporkan kepada pihak Kepolisian.

"Makanya jadi pedagang jangan ga peduli, harus peka. Kalau ada apa-apa kayak gini kita juga yang repot kan. Kalian (pedagang) harus peduli dengan lingkungan sekitar, kalau ada yang mencurigakan foto, lapor ke saya," kata Yos kepada para pedagang.

Sejumlah pedagang asongan dan beberapa warga juga banyak yang penasaran dan ingin mengetahui kejadian tersebut dari Rohana.
Satu hari setelah ditemukan mayat tersebut, warga pun masih ramai berdatangan kelokasi kejadian untuk melihat.[jat]

Komentar

 
Embed Widget

x