Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 04:44 WIB

Tangkap Penembak Anggota Polri, dapat Reward

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Selasa, 17 September 2013 | 02:16 WIB
Tangkap Penembak Anggota Polri, dapat Reward
Wakil Kapolri Komjen Pol Oegroseno - (Foto : istimewa)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Wakil Kapolri Komisaris Jendral Oegroseno berjanji akan memberikan hadiah penghargaan tertinggi untuk anggota Polri apabila berhasil menangkap penembak anggota kepolisian yang tewas di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

"Kepada bintara yang terlibat dalam tim pengungkapan kasus tersebut akan diprioritaskan masuk pendidikan perwira, begitu juga untuk perwiranya akan diberikan apresiasi mengikuti sekolah jenjang pendidikan berkarier," ujarnya di Jakarta, Senin (16/9/2013).

Oegroseno menegaskan, dirinya tidak akan ingkar janji apa yang dijanjikannya itu. Sebab, apresiasi kepada anggotanya itu perlu supaya lebih semangat tanpa kenal menyerah untuk mengungkap dan menangkap pelaku penembak lima orang anggota kepolisian.

"Saya sebagai pimpinan akan memberikan apresiasi itu sebagai bentuk penghargaan terhadap anak buah," kata Oegroseno.

Ia menilai, reward atau apresiasi terhadap anak buahnya itu sangat pantas diberikan karena ini bentuk penghargaan kepada para anggota kepolisian. Sebab, menurut dia aksi penembakan kepada anggota polisi bukan hanya aksi teror semata, melainkan juga ancaman untuk negara.

"Jadi perlu diwujudkan dan saya kira negara juga mendukung pastinya, pasti akan diberikan penghargaan jika berhasil tangkap pelakunya dalam kondisi hidup. Nilai tidak perlu disebut, tapi saya akan janji tidak ingkar," tukas dia.

Di samping itu, Oegroseno juga mengatakan pihaknya telah memberikan perhatian kepada keluarga korban lima anggota Polri yang gugur dalam melaksanakan tugas yakni melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.

"Kedepan, pendidikan anak dari anggota Polri yang tewas saat menjalani tugas harus diperhatikan. Mereka pantas menerima itu karena orangtuanya sudah berbakti dan mengabdi terhadap negara. Nanti melalui Primkopol akan diprogramkan," tandasnya lagi.

Dikatakan oleh Oegroseno, lima orang anggotanya yang meninggal dunia itu dikenalnya sebagai anggota baik-baik tidak pernah bermasalah selama menjalankan tugasnya.

"Jadi, setiap pimpinan wilayah dan kesatuan harus dapat memahami ketulusan mereka yang gugur saat melaksanakan tugas dan pengabdiannya," tutur Oegroseno.[dit]

Komentar

Embed Widget
x