Find and Follow Us

Rabu, 23 Oktober 2019 | 08:43 WIB

Aksi Wal Out F-PPP DPRD DKI Jakarta

PDI P: Kelompok Politik Kurang Komunikatif

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Kamis, 5 September 2013 | 22:30 WIB
PDI P: Kelompok Politik Kurang Komunikatif
Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDI Perjuangan, William Yani - (Foto : istimewa)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDI Perjuangan, William Yani menilai aksi walkout Fraksi PPP saat sidang Paripurna DPRD DKI beberapa waktu lalu, memiliki tekanan politik cukup tinggi. Menurutnya aksi tersebut dilakukan karena tertutupnya jalan komunikasi antarkelompok politik.

Meski aksi itu tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil rapat paripurna yang membahas revisi peraturan daerah tentang PT MRT Jakarta tersebut, namun Yani khawatir, sikap seperti itu dapat berimbas pada hal lain.

"Meski etikanya walkout diperbolehkan, takutnya jadi kebiasaan. Sedikit-sedikit komunikasi enggak lancar, walkout. Imbasnya gitu. Harus dibiasakan, walkout itu jalan terakhir," kata William, Kamis (5/9/2013).

Untuk itu ia menyarankan agar Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menemui Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Matnoor Tindoan dan anggota Fraksi PPP, Abraham Lunggana. Dengan bertemu, diharapkan ada penyelesaian terhadap masalah komunikasi ketiga pihak itu.

"Ahok (Basuki) harus membuka komunikasi pertama. Bertemu enam mata antara Ahok, Lulung, dan Ketua Fraksi PPP; ngobrol santai saja," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, empat anggota Fraksi PPP yang menghadiri sidang paripurna pada Senin lalu beranjak dari kursinya dan keluar ruangan atau walkout.

Ketua Fraksi PPP DPRD DKI Matnoor Tindoan mengatakan, aksi itu dilakukan karena surat pemanggilan Basuki yang dilayangkan PPP kepada pimpinan DPRD tak kunjung dipenuhi. Surat itu diajukan untuk memanggil Basuki dan meminta penjelasannya atas pernyataan-pernyataan Basuki yang dianggap melecehkan DPRD.

"Kami dari Fraksi PPP bersepakat memanggil Saudara Wakil Gubernur terkait pernyataan beliau melecehkan institusi DPRD. Tapi sampai saat ini, pimpinan belum melaksanakan permintaan itu. Kami, Fraksi PPP, belum bisa mengikuti rapat paripurna ini," ujar Matnoor sebelum meninggalkan ruang sidang.

Sidang paripurna tersebut mengagendakan penyampaian pandangan fraksi atas perubahan rancangan peraturan daerah tentang badan usaha milik negara PT MRT Jakarta. Karena Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tengah meresmikan Pasar Blok G Tanah Abang, Basuki menggantikannya menghadiri rapat itu.[dit]

Komentar

Embed Widget
x