Find and Follow Us

Rabu, 23 Oktober 2019 | 08:37 WIB

Konversi Penggunaan BBG di Jakarta

Tahap Awal Jokowi Pilih Busway dan Taksi

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Kamis, 5 September 2013 | 21:00 WIB
Tahap Awal Jokowi Pilih Busway dan Taksi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik - (Foto : inilah.com)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Guna mengkonversi penggunaan bahan bakar gas bagi angkutan umum di Jakarta, Pemprov DKI membidik angkutan TransJakarta dan Taksi. Kedua angkutan ini diwajibkan untuk menerapkan proyek percontohan perubahan menggunakan bahan bakar ramah lingkungan tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) saat meneken nota kesepahaman guna mengkonversi penggunaan bahan bakar gas bagi angkutan umum di Jakarta, Kamis (5/9/2013). Diungkapkannya, kebijakan ini untuk mendukung langkah pemerintah pusat dalam melakukan konversi BBM ke BBG.

Untuk mendukung upaya tersebut, lanjut Jokowi, Pemprov DKI berencana menambah jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di beberapa titik Ibukota. Langkah itu pun mendapat respons positif dari pemerintah pusat.

Ditegaskannya, upaya pendirian SPBG, tak hanya dilakukan di lahan milik pemerintah, namun juga diatas lahan milik swasta. "Baik di lahan swasta dan lahan kita, atau di pool-pool bus," ujar Jokowi.

Menurutnya, program pemerintah pusat merupakan salah satu upaya untuk mengurangi dampak polusi dari kedaraan berbahan bakar minyak. Selain itu, penggunaan gas juga dianggap lebih murah dan hemat energi.

Dirinya yakin, bila fasilitas pengisian BBG diperbanyak maka tidak hanya kendaraan umum yang akan menggunakan BBG, namun juga diikuti oleh kendaraan pribadi.

Sementara itu Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik yang hadir dalam nota kesepahaman tersebut mengatakan, dalam program ini konversi penggunaan bahan bakar gas akan dilakukan terhadap busway dan taksi baru.

Menurut Jero, hal tersebut merupakan kebijakan yang sangat baik untuk menekan konsumsi BBM pada kendaraan. Terlebih Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan melakukan penambahan 1.000 unit bus TransJakarta. "Pak Jokowi tambah TransJakarta 1.000 unit lagi mengunakan BBG," kata Jero.

Untuk mempermudah armada TransJakarta memperoleh BBG, instansinya akan menyediakan Stasiun Bahan Bakar Gas (SPBG) bergerak atau mobile refueling unit (MRU) yang akan mendatangi pool bus TransJakarta, sehingga lebih efisien.

"Saya menggunakan pola sederhana agar TransJakarta nggak mengantri, kita datangkan mobil ke pool-nya, namanya MRU, jadi TransJakarta sebelum keluar terisi penuh," jelasnya.

Selain TransJakarta, program pengurangan konsumis BBM tersebut juga akan diterapkan pada kendaraan taksi. Untuk taksi yang baru sudah ditetapkan harus menggunakan BBG. "Juga taksi baru di Jakarta, ribuan (jumlahnya) syaratnya BBG, saya sediakan SPBG di pool-nya, pagi terisi penuh pagi pulang isi lagi," tuturnya.[dit]

Komentar

Embed Widget
x