Find and Follow Us

Kamis, 17 Oktober 2019 | 23:42 WIB

Tak Penuhi KHL

Ahok Persilakan Perusahaan Keluar dari Jakarta

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Rabu, 4 September 2013 | 16:09 WIB
Ahok Persilakan Perusahaan Keluar dari Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama - (foto:inilah.com)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kebutuhan Hidup Layak (KHL) akan mempengaruhi kesejahteraan pegawai. Untuk itu perusahaan diminta membayar upah buruh sesuai KHL.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai kota DKI, Rabu (4/9/2013).

Pria yang akrab disapa Ahok ini pun mengancam, bagi perusahaan yang tak mau membayar buruh sesuai KHL, agar hengkang dari Jakarta. "Kita usir, tapi kalau tengah kota masih ada pabrik. Kalau Anda (pengusaha) tak mau bayar buruh lebih murah kita sarankan, pindah ke Jawa Tengah, Jawa Timur, Sragen, lebih murah kan," ungkapnya.

Dia mengaku sepakat dengan hasil survei KHL dari buruh dan usulan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar Rp3,7 juta, seperti yang diminta buruh. Hal itu disampaikannya usai bertemu dengan 15 perwakilan buruh di Balai Kota Jakarta.

Sebelumnya, ratusan buruh dari Forum Buruh DKI Jakarta menggelar unjuk rasa di Balai Kota Jakarta, Selasa, kemarin. Mereka menuntut Jokowi dan Basuki menaikkan upah mininum provinsi pada 2014 menjadi Rp3,7 juta. Tuntutan itu sesuai dengan janji Basuki bahwa upah layak di Jakarta adalah Rp4 juta. [mvi]

Komentar

x