Find and Follow Us

Sabtu, 16 November 2019 | 06:23 WIB

[Tanpa Bekal Cukup]

Kaum Urban Hanya Jadi Masalah di Jakarta

Oleh : Mahbub Junaidi | Rabu, 14 Agustus 2013 | 03:15 WIB
Kaum Urban Hanya Jadi Masalah di Jakarta
(Foto: inilah.com/Ardhy Fernando)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Sebagai Ibukota, Jakarta masih menjadi magnet bagi para kaum urban untuk mengadu nasib. Mereka masih menatap Jakarta sebagai tempat untuk mewujudkan mimpi-mimpinya.
Tak heran, jika pasca lebaran, selalu saja ada warga pendatang baru di Jakarta. Namun jika sebelum-sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selalu rutin mengelar operasi yustisi kependudukan (OYK), saat ini Jokowi-Ahok tidak akan melakukan razia lagi bagi warga baru.
Pengamat perkotaan Yayat Supriatna mengatakan tujuannya, menjaring penduduk liar yang datang ke kota ini tanpa bekal keahlian, ijazah dan identitas diri yang dikeluarkan pemerintah. Sebab tanpa itu, para urbanisator hanya akan melahirkan masalah-masalah sosial baru.
"Penduduk liar inilah yang jadi masalah bagi DKI. Penataan PKL yang baru kemarin dilakukan saja belum cukup menyelesaikan masalah Jakarta. Operasi yustisi, sebenarnya untuk mendorong kesadaran aturan hukum," jelasnya kepada INILAH.COM, Jakarta.
Meski demikian, ia mengakui operasi yustisi yang dilakukan setiap tahun, belum sepenuhnya cukup untuk menghalau penduduk desa hijrah ke Jakarta. Yayat menilai, tanpa sosialisasi hal ini tidak akan efektif.
"Perlu sosialisasi. Sebelum datang ke Jakarta, apa saja yang harus dipersiapkan," ujarnya.
Ia menambahkan, tanpa bekal cukup merantau ke kota besar seperti Jakarta hanya akan melahirkan bencana bagi diri sendiri. Untuk itulah perlunya pemerintah daerah asal para kaum urban ini mengiatkan sosialisasi.[bay]

Komentar

Embed Widget
x