Find and Follow Us

Kamis, 14 November 2019 | 02:30 WIB

Dibuang dalam Kardus, Bayi Perempuan Jadi Rebutan

Oleh : Benny Bastiandy | Kamis, 20 Juni 2013 | 23:05 WIB
Dibuang dalam Kardus, Bayi Perempuan Jadi Rebutan
(Foto : istimewa)
facebook twitter

INILAH.COM, Cianjur- Bayi perempuan yang dibuang orangtuanya di depan kantor Desa Cipeuyeum Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur, Rabu (19/6/2013), jadi rebutan warga setempat. Dua warga setempat jadi berseteru lantaran sama-sama ingin mengadopsi bayi tersebut.

Berdasarkan informasi, perseteruan antara Kudsi dan Susanti itu bermula dari temuan bayi perempuan di Kampung Malereng RT 01/10 Desa Haurwangi, Rabu (19/6/2013) sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, Kudsi (55), warga setempat, tengah menunggu bus di dekat kantor Desa Cipeuyeum, karena hendak berangkat ke Bandung. Namun ketika menunggu bus, Kudsi dikejutkan suara rengekan bayi.

Kudsi mencoba mencari arah suara rengekan itu. Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah kardus. Saat didekati, di dalam kardus itu terdapat bayi perempuan tengah menangis. Di dalam kardus itu terdapat pula pakaian bayi, susu formula, serta minyak telon. Spontan, Kudsi pun segera membawa bayi dalam kardus itu ke puskesmas setempat. Didampingi istrinya, Wati (40) dan perangkat desa, usai dibawa ke puskesmas, Kudsi yang membatalkan rencananya ke Bandung, segera membawa bayi itu ke pihak Polsek Bojongpicung.

"Karena kami belum memiliki anak, seusai diperiksa di puskesmas dan dilaporkan ke polisi, bayi itu akan kami adopsi sebelum ada yang mengakuinya. Jika memang perlu, saya akan buat surat adopsinya," kata Kudsi kepada wartawan, Kamis (20/6/2013).

Namun hanya beberapa jam mengurusi bayi itu, Kudsi mendapatkan panggilan dari perangkat Desa Cipeuyeum menyusul ada warga lainnya yang akan mengambil bayi itu. Pasalnya, warga itu yang diketahui bernama Susanti, mengaku yang pertama kali menemukan bayi tersebut.

Kudsi dan Susanti pun dipertemukan di aula desa setempat. Keduanya sempat terlibat adu argumentasi memperebutkan bayi itu. Karena tak menemukan titik temu, pihak desa mengundang aparat polisi dan puskesmas.

Akhirnya disepakati, bayi itu untuk sementara akan disimpan di puskesmas untuk selanjutnya akan diserahkan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur.
Kepala Puskesmas Cipeuyeum, Gusnady R Anggita menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, bayi dalam kondisi sehat. Beratnya 2,5 kilogram dan panjang 43 centimeter.

"Dari hasil pemeriksaan, diperkirakan bayi itu dilahirkan kurang dari 4-7 hari karena masih terdapat tali ari-ari. Kemungkinan proses persalinan pun dilakukan secara medis, karena kami lihat kondisinya bersih dan rapi," sebutnya.

Karena menjadi rebutan warga, menurut Gusnady, untuk sementara ini bayi itu akan dirawat di puskesmas. Nantinya akan diserahkan ke P2TP2A Kabupaten Cianjur. "Kalau nanti ada yang mau mengadopsi, silakan saja nanti ke P2TP2A, karena kami tak memiliki kewenangan memberikan izin boleh atau tidaknya memberikan hak asuh bayi itu," tandasnya.[bay]

Komentar

Embed Widget
x