Find and Follow Us

Jumat, 6 Desember 2019 | 07:47 WIB

PT JIExpo: Siapa Yang Tidak Mau Dikasih Gratisan

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Senin, 17 Juni 2013 | 03:13 WIB
PT JIExpo: Siapa Yang Tidak Mau Dikasih Gratisan
Jakarta International Expo (JIExpo) - (Foto: inilah.com)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Direktur Marketing PT Jakarta International Expo (JIExpo), Ralph Scheunemann menyambut baik digelarnya Pekan Produk Kreatif Daerah (PPKD) 2013 oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Monas, Jakarta Pusat.

Ralph mengatakan, PT JIExpo tidak pernah merasa PPKD 2013 sebagai saingan. Menurutnya selama PPKD yang disebut-sebut sebagai PRJ Pro Rakyat berlangsung, hal itu tidak mempengaruhi pelaksanaa PRJ di Kemayoran.

Meski pelaksanaanya bersamaan, namun terbukti masyarakat yang datang ke PRJ Kemayoran tetap terlihat senang dan antusias. Terkait membludaknya pengunjung PPKD 2013 di Monas, Ralph menilai hal itu wajar, karena Pemprov mengratiskan warga yang ingin berkunjung kesana.

"Ya memang kalau warga ditanya, mau tidak pindah ke Monas dan gratisan, ya pasti warga ayo-ayo saja, kan gratis. Coba nonton bola, ayo nonton bola di Stadion Senayan gratis, pasti jawabanya ayo, ya siapa yang gak mau. Tapi coba kalau membuat pertandingan bola gratisan terus bisa gak? Kan bubar stadion Senayan itu," katanya, kepada INILAH.COM, Minggu (16/6/2013).

Ralph melanjutkan, biarpun pengunjung membayar tiket untuk masuk arena pameran Pekan Raya Jakarta di Kemayoran, namun pengunjung tetap banyak. Hal tersebut terbukti karena transaksinya tetap bagus dan respon masyarakat juga bagus.

Seperti diketahui, sejak 14 Juni hingga 16 Juni 2013, Pemprov DKI Jakart menggelar kegiatan Pekan Produk Kreatif Daerah (PPKD) di Monas, Jakarta Pusat. Yang menarik, jika tahun-tahun sebelumnya, PPKD selalu digelar diruangan indoor, pada tahun ini PPKD digelar di outdoor.

Hal tersebut tak terlepas dari kritikan yang dilontarkan oleh Jokowi-Ahok kepada PT JIExpo sebagai pelaksana Pekan Raya Jakarta di Kemayoran. Jokowi menilai PRJ di Kemayoran sudah kehilangan roh kerakyatan, dan Pemprov mulai tahun depan akan mengambil alih pelaksanaan PRJ. PPKD 2013 disebut Jokowi sebagai embrio PRJ dengan format baru yang lebih pro rakyat.[man]

Komentar

x