Find and Follow Us

Sabtu, 16 November 2019 | 05:57 WIB

Bangunan di Sisi Barat Waduk Pluit Mulai Dibongkar

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Selasa, 14 Mei 2013 | 20:47 WIB
Bangunan di Sisi Barat Waduk Pluit Mulai Dibongkar
Waduk pluit - (Foto: inilah.com/Dok)
facebook twitter

NILAH.COM, Jakarta - Meski masih ada penolakan dari warga, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap akan melakukan normalisasi waduk Pluit di Jakarta Utara. Saat ini Pemprov DKI memprioritaskan pembongkaran permukiman warga yang berada di bagian barat waduk, sementara pembongkaran di sisi timur akan dilakukan dalam waktu dekat.

Koordinator Pelaksanaan Paska Darurat Banjir Waduk Pluit, Heryanto mengatakan, normalisasi waduk Pluit merupakan salah satu hal yang penting sebagai langkah antisipasi mencegah banjir di Jakarta. Namun demikian, proses normalisasi yang bertujuan untuk mengembalikan fungsi waduk sebagai tempat penampungan air, tetap mengedepankan sisi manusiawi dengan tetap mencarikan solusi bagi warga yang tinggal disekitar waduk.

"Meski ini merupakan tanah negara, tapi kami tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis, seperti memberikan solusi kepada warga yang bermukim disini untuk secara sadar pindah dan mau direlokasi ke Rusun yang sudagh disedikan," jelasnya, Selasa (14/5/2013).

Heryanto melanjutkan, saat ini pihaknya tengah memprioritaskan pembongkaran permukiman warga yang berada di bagian barat Waduk. Sebanyak 720 bangunan dari total 998 bangunan yang ada sudah dibongkar.

"Sementara untuk bagian timur waduk yang dihuni sekitar 17 ribu kepala keluarga akan dilakukan dalam waktu dekat, dan bertahap, termasuk di sisi utara waduk," ucapnya.

Sementara untuk bangunan milik pengusaha yang berada dekat areal waduk telah diberi surat peringatan ke-4. Dengan demikian jika bangunan tidak dibongkar sendiri dalam waktu tiga hari, Pemprov DKI akan membongkarnya. "Sudin P2B yang akan membongkar, karena itu merupakan peringatan terakhir," tegasnya.

Heryanto menambahkan, SP ke-4 yang diberikan adalah untuk bangunan yang berada di RT 19/17. Lokasi tersebut merupakan tempat usaha alat berat milik seorang pengusaha. Ia juga mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI untuk mempersiapkan rusun sebagai alternatif relokasi bagi warga terdampak normalisasi Waduk Pluit.

"Kami tidak pernah mengintimidasi siapa pun. Selama ini kami mengupayakan pendekatan kepada warga," tandasnya.

Ditambahkan Heryanto, saat ini, pihaknya juga tengah membangun jalan inspeksi dengan lebar 10 meter sepanjang 2 meter untuk mengantisipasi agar bangunan yang sudah dibongkar di sisi barat tidak dibangun kembali sekaligus sebagai akses jalan tembus mengurangi kemacetan di Jl Pluit Timur. Jalan itu dibangun mulai dari depan Polsek Penjaringan hingga ke Pospol Pluit.[bay]

Komentar

Embed Widget
x