Find and Follow Us

Rabu, 20 November 2019 | 04:15 WIB

Jokowi Minta Bantuan Ulama

Oleh : Fadhly Zikry | Sabtu, 13 April 2013 | 01:03 WIB
Jokowi Minta Bantuan Ulama
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi - (Foto: inilah.com/Ardhy Fernando)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi meminta bantuan kepada para ulama.

Hal ini terkait penyelesaian konflik antar warga Duri Selatan Tambora yang berkepanjangan tentang rumah ibadah yang dinilai ilegal di kawasan tersebut.

Jokowi mengharapkan agar peran ulama, kiyai dan ustadz agar lebih di tingkatkan untuk membantu pemerintah provinsi dalam mengatasi permasalaan warga Tambora tersebut.

"Saya harap alim ulama, kyai, ustadz, khatib. Mohon kami dibantu seperti ini bisa kita selesaikan dengan proses yang santun. Moga-moga insya Allah, sama lapang dada untuk menerima keputusan kita, dengan catatan bahwa yang kita pakai aturan di pemerintahan," ujarnya di Masjid Jami Al-Ulama Duri Selatan Tambora Jakarta Barat, Jum'at (12/4/2013).

Sebelumnya, warga Duri Selatan Tambora mengeluhkan keberadaan sarana Sekolah Dasar damai yang digunakan sebagai rumah ibadah. Diketahui permasalahan tersebut sudah berlangsung puluhan tahun.

Jokowi mengaku kalau dia baru mendapatkan informasi mengenai permasalahan warga tersebut. Dia meminta agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik-baik, dan diselesaikan dengan cara Islami.

"Secara detil saya belum mendapatkan laporan dari lapangan. Sore ini saya tidak menyampaikan hal yang banyak, tapi kami ingin masukan dari bapak-bapak di sini, mungkin juga keluarga besar Duri Selatan ini, sehingga masalah di sini bisa diselesaikan dengan baik," jelasnya.

Jokowi menghimbau, agar masalah ini tidak sampai membuat kekisruhan. Sebab, ada solusi yang bisa dilakukan selain aksi kekerasan.

"Kalau bisa baik kenapa harus diselesaikan di luar kesantunan, di luar norma Islami. Saya selalu membuka diri terima masukan baik di kantor dan di rumah," tambahnya.

Dia menghimbau, agar setiap masalah bisa diselesaikan dengan baik. Tidak membesar-besarkan sehingga muncul sentimen antar pihak tertentu.

"Kalau ada persoalan kecil jangan dibesar-besarkan. Kalau ada persoalan besar ya harus diselesaikan dengan cepat. Saya nggak senang masalah ditahan bertahun," tegasnya. [gus]

Komentar

Embed Widget
x