Find and Follow Us

Jumat, 13 Desember 2019 | 09:43 WIB

Nemu HP Malah Dihakimi Massa

Selasa, 9 April 2013 | 01:00 WIB
Nemu HP Malah Dihakimi Massa
Dikeroyok massa - (Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAH.COM, Surabaya - Nasib naas menimpa Sukardi (30), warga Jalan Benteng, Bulak Banteng Surabaya ini harus babak belur dihakimi massa karena membawa HP yang ia temukan.

Semua berawal saat ia berniat untuk membuang air kecil di Musholla Babussalam Krembangan Baru 7/31 Surabaya. Saat membuang air kecil itulah, ia melihat handphone made in China. Karena keadaan sepi, ia langsung mengamankan HP tersebut. "Saya takut kalau diumumkan nanti banyak yang ngaku, apalagi keadaannya sepi, makanya langsung saya bawa," katanya di Mapolsek Bubutan, Senin (8/4/2013).

Sukardi mengakui, sebelum masuk kamar kecil, memang ada orang yang belakangan diketahui bernama M Sholichin (21), keluar dari kamar tersebut. Ia menduga bahwa HP yang ditemukannya milik warga Krembangan Baru itu.
"Kan yang keluar sudah ndak ada, jadi saya bawa saja HP-nya," tambah Sukardi.

Nahasnya, belum ada 100 meter melangkah, Sukardi langsung diteriaki maling. Ia pun menjadi bulan-bulanan warga. Tak hanya itu, Sukardi dibawa ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. "HP sudah saya kembalikan, saya minta jangan dibawa ke polisi, tapi orangnya maksa ke polisi," ujar Sukardi yang tinggal di Jalan Benteng, Bulak Banteng Surabaya ini.

Kapolsek Bubutan, Kompol Suryo Hapsoro mengatakan pelaku tidak mengaku menemukan HP saat ditanyai korban. Setelah itu, Sukardi ngeluyur begitu saja melanjutkan keliling kampung. "Karena korban yakin Sukardi yang nemu, langsung dikejar, dan bener disakunya ada HP milik korban," jelasnya.

Atas perbuatannya, Sukardi dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman penjara maksimal tujuh tahun kurungan. [beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x