Find and Follow Us

Jumat, 13 Desember 2019 | 20:28 WIB

Polda Minta Pemprov Aktif Berantas Premanisme

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Senin, 8 April 2013 | 19:31 WIB
Polda Minta Pemprov Aktif Berantas Premanisme
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto - inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Polda Metro Jaya meminta kerjasama dari seluruh elemen, terlebih Pemerintah Daerah DKI untuk menumpaskan aksi premanisme di Jakarta yang sudah membuat resah masyarakat.

"Setelah kita lakukan penangkapan atau proses hukum bagi yang terbukti, mereka mau diapakan. Nah ini Pemerintah Daerah juga perlu memikirkan, seharusnya ada departemen yang menampung mereka seperti panti sosial dan lainnya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Senin (8/4/2013).

Rikwanto mengatakan apabila preman tersebut tidak memiliki pekerjaan atau keterampilan meski ada tempat yang menyalurkannya, supaya para preman ini tidak selalu kesannya menjadi sampah masyarakat yang meresahkan masyarakat.

Ia melanjutkan, beberapa waktu lalu pihaknya telah menangkap ribuan yang diduga preman dan ratusan diantaranya ditahan karena terbukti melanggar pasal KUHP diantaranya melakukan intimidasi, pemerasan, pemalakan, pencurian, penodongan dan lain-lain, termasuk parkir liar yang harganya ditetapkan secara sepihak.

Menurutnya, dengan makin banyaknya preman yang ditangkap, maka masalah tahanan juga semakin sempit dan ini salah satu permasalah juga yang harus dipecahkan. Semakin aktifnya petugas di lapangan lalu menemukan pelanggaran hukum, tentunya semakin banyak juga yang diamankan dan juga semakin ada yang akan ditahan.

"Dengan ditahannya, maka akan menambah jumlah orang yang masuk tahanan. Membiayai mereka, kendala juga anggaran kita juga tidak cukup untuk itu sehingga kita berhutang kepada negara," jelasnya.

Namun, hal tersebut tidak menyurutkan pihaknya untuk memerangi premanisme. Nanti ke depan pihaknya akan selektif lagi, mana yang harus ditahan dan mana yang harus disalurkan untuk dilakukan pembinaan.

Sementara untuk satu solusi bagaimana memberantas atau mencegah munculnya preman ini, Kapolda Metro Jaya merencanakan beberapa program diantaranya adalah door to door sistem, polisi peduli pengangguran, polisi peduli pendidikan.

"Ini kita bekerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan untuk menyekolahkan mereka atau mengkursuskan mereka, seperti kursus komputer, akuntansi dan lainnya. Bila mereka sudah memiliki keterampilan tersebut, kemudian kita carikan pekerja-pekerjaan untuk mereka. Namun ini dilakukan secara bertahap, tidak bisa semua dimasukkan," tandasnya.[bay]

Komentar

x