Find and Follow Us

Jumat, 22 November 2019 | 10:21 WIB

Alasan Klasik, RS Tolak Pasien Karena Kamar Penuh

Oleh : Anton Hartono | Selasa, 19 Februari 2013 | 20:19 WIB
Alasan Klasik, RS Tolak Pasien Karena Kamar Penuh
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Aris Merdeka Sirait - Inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mengkritik sikap sepuluh rumah sakit yang menolak memberikan perawatan kepada bayi Dera Nur Anggraini dengan alasan tidak ada kamar. Komnas menilai tidak ada alasan bagi rumah sakit untuk menolak warga yang tengah membutuhkan pengobatan.

"Itu alasan klasik. Seharusnya sudah tidak ada lagi alasan semacam ini, apalagi bagi rumahsakit yang beroperasi di Jakarta," ujar Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait, Selasa (19/2/2013).

Menurutnya penolakan sejumlah rumah sakit merawat bayi Dera Nur Anggraini hingga mengakibatkan Dera meninggal dunia merupakan bentuk pelecehan dan pelanggaran hak anak untuk mendapat kesehatan. Padahal, hak itu dilindungi oleh Undang-undang no 36 tahun 2009 dan UU Perlindungan Anak.

Ia menyayangkan kondisi rumah sakit yang masih minim ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) yang dikhususkan untuk bayi lahir prematur atau memiliki kondisi tertentu yang mengancam nyawa. Dan itu juga merupakan salahsatu bentuk diskriminatif terhadap anak.

"Di Jakarta hanya ada 134 ruang NICU. Dibandingkan dengan jumlah ICU yang mencapai ribuan, ini diskriminatif sekali," tukasnya.

Sebelumnya Arist mengaku telah bertemu dengan Asisten Kesejahteraan Masyarakat Pemprov DKI Jakarta dan meminta untuk mengganti direksi atau pimpinan rumahsakit daerah yang menolak pasien terutama anak-anak. Tujuannya agar program Kartu Jakarta Sehat (KJS) bisa berjalan maksimal.

Karena itu dirinya akan menyampaikan pesan secara tertulis kepada Dinas Kesehatan DKI Jakarta agar tidak ada lagi Dera berikutnya.

Sebagaimana diberitakan, bayi bernama Dera Nur Anggraini anak pertama dari pasangan Elias Setya Nugroho dan Lisa Darawati lahir prematur bersama saudara kembarannya melalui operasi cesar di RS Zahira, Jakarta Selatan. Bayi malang itu menderita kelainan kerongkongan dan meninggal dunia lantaran ditolak oleh 10 rumah sakit di Jakarta. [tjs]

Komentar

Embed Widget
x